Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITADAERAHHUKUM & KRIMINAL

Dugaan Penimbunan BBM SPBU Angata, GMA Sultra Bakal Unras dan Lapor Oknum Ke Polda Sultra

317
×

Dugaan Penimbunan BBM SPBU Angata, GMA Sultra Bakal Unras dan Lapor Oknum Ke Polda Sultra

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Portalterkini.com – SULTRA – Konawe Selatan, Sejumlah karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga kuat lakukan praktek penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi di antaranya Premium pada mobil yg memuat jerigen besar berukuran 40 Liter, Garda Muda Anoa Sulawesi Tenggara (GMA SULTRA) akan gelar aksi ke Polda Sultra dan Depot BBM Kendari. Jum’at (25/06/20).

Example 300x600

Dugaan Penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM), sanksi bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (“SPBU”) yang melayani pembelian bahan bakar minyak (“BBM”) dengan jerken dalam jumlah besar. Pasal 18 ayat (2) dan (3) Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, Perpres 191/2014.

Sebagaimana aturan dalam Badan Usaha dan/atau masyarakat dilarang melakukan penimbunan, dan/atau penyimpanan serta penggunaan Jenis BBM Tertentu yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Badan Usaha dan/atau masyarakat yang melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setiap orang yang melakukan, Pengolahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengolahan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling tinggi Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah), Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp 40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah).

Penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah). Niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).

Berdasarkan uraian tersebut, pembeli BBM dengan jeriken dengan jumlah banyak dapat diduga melakukan penyimpanan tanpa izin, sehingga dapat dipidana berdasarkan Pasal 53 huruf c UU 22/2001 di atas.Jerat Hukum Bagi SPBU, bagi SPBU yang menjual BBM tersebut sehingga pembeli dapat melakukan penimbunan atau penyimpanan tanpa izin, dapat dipidana dengan mengingat Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”)

Dari muatan tersebut menimbulkan para pengendara roda dua maupun roda empat tidak dapat mengisi pada kendaraan mereka.

Kekecewaan itu di ungkapkan oleh Sekertaris Umum Garda Muda Anoa (GMA) Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Ikbal yang juga merupakan salah satu masyarakat di Kecamatan Angata tersebut, menyelsalkan perbuatan para karyawan yang seharusnya paham regulasi, untuk tidak membiarkan malah ikut dalam penyuplaian. Jum’at 25/6/2021.

“Pekan depan kami akan gelar Unjuk rasa (Unras) ke Depot BBM Kendari dan Ke Polda Sultra, Guna melaporkan dugaan Penimbunan BBM Subsidi, dengan Berdasarkan data video visual yang kami himpun dan bukti bukti lainnya kami akan ajukan dalam Bentuk LP Ke Polda Sultra guna penangan lebih lanjut, karena atas dugaan tersebut kami yakin Polda Sultra mampu memberantas oknum karyawan dan pebisnis yang diduga melakukan penimbunan BBM Subsidi “, Ungkapnya.

Lanjut Muhammad Ikbal, ia meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), untuk segera memeriksa dan menetapkan sebagai tersangka, terduga, oknum penimbunan SPBU di Kecamatan Angata, berdasarkan bukti vidio visual yang dihimpun GMA-SULTRA.

“Soal dugaan penimbunan BBM kami akan kawal sampai ke tahap penanganan lebih lanjut Oleh Polda Sultra, mafia BBM Subsidi terkhusus di SPBU Kecamatan Angata harus di tangkap dan di hukum sesuai aturan yang ada”, Tambahnya.

Ia juga menegaskan kepada pihak Terminal SPBU Kendari untuk menghentikan Suplay BBM di SPBU kecamatan Angata Kabupaten Konsel.

“Saya sampaikan kepada pihak terminal SPBU Kendari untuk tidak lagi menyuplay BBM khususnya premium di SPBU Angata karena faktanya premium di sana hanya di berikan kepada para pebisnis bukan pada pengendara roda empat maupun roda dua”, Tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Respon (1)

Tinggalkan Balasan