Portalterkini.com, – Palembang – Dalam rangka memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Palembang berencana memberikan segaram gratis bagi siswa baru SD dan SMP baik negeri dan swasta. Program pemberian segaram sekolah gratis tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2023.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang. H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M saat diwawancarai usai kegiatan Nuzulul Quran di aula Diknas Palembang, Selasa (19/4/2022).
Zulinto mengatakan, pemerintah berkewajiban memberikan kemudahan pendidikan diantaranya dengan membolehkan memberikan seragam sekolah, sepatu dan tas. “Tahun 2023 nanti, saya akan mencoba memberikan bantuan kepada siswa baru SD dan SMP berupa segaram sekolah. Karena seperti yang kita ketahui, covid-19 beberapa tahun ini sangat berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat. Jadi baju seragam SD dan SMP itu akan kita berikan gratis, ” ujarnya.
Ketika ditanya anggarannya, Zulinto menjelaskan, akan dihitung dari jumlah rasio siswa SD dan SMP pada tahun ajaran baru.
- Coffee Morning Bersama Media: Media Adalah Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi
- Sampah Plastik dan Limbah Ore Nikel Diduga Milik PT Surveyor Indonesia Berserakan
- Langgar Perda Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2015 dan Surat Edaran, Walikota Didesak Hentikan Aktivitas PT Surveyor Indonesia
- Forum Wartawan Kebangsaan: 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional
- Modus Penipuan, Puluhan Orang Tua Siswa Histeris dan Panik
“Yang kita utamakan siswa baru SD dan SMP negeri. Namun tidak menutup kemungkinan siswa baru di sekolah swasta juga kita bantu seragamnya,” katanya.
“Tapi khusus sekolah swasta itu kita koordinasikan dulu, karena sekolah swasta biasanya mereka menjual baju, dan kita tidak mau menghilangkan penghasilan mereka. Kalau sekolah swasta siap memberi bantuan seragam sekolah tanpa harus dijual maka akan kita bantu. Itu khusus siswa baru, tujuannya untuk meringankan beban orang tua, ” paparnya.
Menurut Zulinto, anggaran untuk segaram sekolah siswa baru tidak lebih dari Rp 20 miliar. ” Saya yakin ini bisa dilaksanakan. Karena anggarannya itu di Dinas Pendidikan yang mengajukan, ” pungkasnya ( Ocha )
google.com, pub-2546408695661880, DIRECT, f08c47fec0942fa0











