Scroll untuk baca artikel
banner 1600458 google.com, pub-2546408695661880, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINAL

Modus Penipuan, Puluhan Orang Tua Siswa Histeris dan Panik 

×

Modus Penipuan, Puluhan Orang Tua Siswa Histeris dan Panik 

Sebarkan artikel ini

PORTALTERKINI.COM, Konawe, – Kepanikan mendadak melanda puluhan orang tua siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Konawe, Selasa, 3 Februari 2026. Mereka berhamburan mendatangi sekolah setelah menerima telepon dari nomor tak dikenal yang mengabarkan anak mereka mengalami kecelakaan jatuh dari lantai dua gedung sekolah.

Informasi tersebut menyebar secara berantai. Para orang tua mengaku menerima panggilan dengan isi dan nada yang sama, sehingga memicu kepanikan massal.

Kapolsek Unaaha, IPTU La Ode Anti, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, sekitar pukul 09.30 Wita, puluhan orang tua siswa datang ke sekolah untuk memastikan kabar tersebut. Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan histeris.

“Beberapa orang tua siswa menerima telephone dari nomor yang tidak dikenal, menginformasikan bahwa anaknya ada yang kecelakaan jatuh dari lantai dua sekolah dan kondisinya dirawat di rumah sakit sehingga para tua panik berdatangan ke sekolah ” ucap La Ode Anti.

Menurut La Ode Anti, setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut dipastikan sebagai modus penipuan. Penelepon disebut tidak hanya menyebarkan kabar bohong, tetapi juga berupaya meminta uang kepada para orang tua.

“Karena setelah menelpon ujung ujungnya meminta uang, Dari penelpon meminta sejumlah uang untuk biaya pengobatan anaknya mereka yang kecelakaan yang sementara dirawat dirumah sakit,” tutur Kapolsek.

Polsek Unaaha pun turun langsung ke sekolah untuk memberikan imbauan kepada para orang tua siswa agar tidak terjebak oleh informasi palsu. Orang tua diminta memblokir nomor tidak dikenal dan tidak mudah percaya sebelum melakukan konfirmasi.

Polisi juga mengimbau agar setiap informasi yang meresahkan diklarifikasi langsung ke pihak sekolah atau kepolisian.

Pihak kepolisian menduga nomor para orang tua siswa diperoleh pelaku dari grup WhatsApp sekolah. Celah tersebut memungkinkan pelaku mengakses dan melacak nomor orang tua dengan mudah.

“Kami sudah arahkan pihak sekolah untuk menonaktifkan group WhatsApp orang tua siswa dan membuat group baru lagi,” jelasnya.

Dalam peristiwa ini, tidak dilaporkan adanya kerugian materiil. Situasi di lingkungan sekolah disebut telah kembali kondusif.

Polsek Unaaha kembali menegaskan agar para orang tua tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu melakukan verifikasi sebelum bertindak.(S)

Foto: Kapolsek Unaaha, IPTU La Ode Anti. (Istimewa)

banner 1600458 banner 1600458 banner 1600458 banner 1600458 banner 1600458 banner 1600458 Example 300250
Example 120x600