PORTALTERKINI.COM, KONSEL, – Di saat sebagian besar orang menikmati momen libur Hari Raya Idul Fitri dengan bersantai, puluhan pemuda di Desa Rambu-Rambu Jaya justru memilih turun ke jalan, namun bukan untuk berdemo dengan spanduk, melainkan melakukan aksi nyata dengan membawa cangkul, semen, dan material seadanya untuk menambal lubang-lubang maut di jalan poros provinsi Sultra
Aksi nyata ini telah memasuki hari ketiga sejak hari raya dimulai. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras sekaligus sindiran halus kepada pemerintah provinsi yang dianggap tutup mata terhadap kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan.

“Kami sudah lelah hanya mendengar janji perbaikan. Jalan ini statusnya jalan provinsi, tapi kondisinya seperti kubangan. Di momen Lebaran ini, volume kendaraan meningkat, dan lubang-lubang ini sudah terlalu sering memakan korban,” ujar Andi salah satu koordinator lapangan aksi pemuda setempat.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan, jalan rusak tersebut tercatat sering menyebabkan kecelakaan tunggal, terutama bagi pemudik yang tidak menguasai medan, bahkan, warga menyebut telah ada insiden kecelakaan fatal yang merenggut nyawa akibat mencoba menghindari lubang yang dalam.
Dengan dana swadaya yang dikumpulkan dari kas pemuda dan sumbangan sukarela pengendara yang melintas , mereka mencoba menutup titik-titik paling krusial. Meski sadar tambalan semen ini bersifat sementara, bagi mereka, aksi ini jauh lebih berharga daripada menunggu anggaran pemerintah yang tak kunjung turun sementara nyawa pengguna jalan terus terancam.
Hingga berita ini diturunkan, aksi tambal jalan mandiri ini masih berlanjut. Para pemuda berharap, aksi mereka viral dan sampai ke telinga pemangku kebijakan agar perbaikan permanen segera dilakukan sebelum lebih banyak “darah” tertumpah di aspal Rambu-Rambu Jaya.























