Portalterkini.com, Konawe Selatan, – Lembaga Swadaya Masyarakat SULTRA – CW kembali dihadapkan pada permasalahan terkait kualitas pembangunan gedung baru SMPN dan SDN 04 Satap Kecamatan Angata. Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat dugaan pelanggaran terhadap Juknis (Juklak Pelaksanaan) pembangunan, khususnya pada aspek konstruksi bangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah.
Al Alim melalui investigasi mendalam menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunan gedung baru SMPN dan SDN Satap di Kecamatan Angata. Hasil investigasi menunjukkan bahwa seluruh material bangunan, mulai dari rangka hingga campuran bangunan, tidak sesuai dengan standar yang tercantum dalam Juknis (Juklak Pelaksanaan) pembangunan tersebut yang anggaran miliaran bersumber dari APBD banyak menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas bangunan khususnya pada aspek kontruksi bangunan dan potensi risiko yang dapat timbul di kemudian hari.
Kenggajalan kegagalan konstruksi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat kecamatan angata khususnya orang tua murid. Mereka khawatir jika bangunan tersebut tidak akan bertahan lama, apalagi bangunan tersebut di prioritaskan untuk proses dalam pembelajaran para murid tentu harus memiliki ketahanan yang kokoh.
“Seharusnya dalam proses pembangunan pihak dinas terkait dan PPK harus bijak dan teliti dalam mengawasi proses pembangunan gedung tersebut yang baru,kalau di biarkan sampai selesai ini akan membahayakan Pegawai dan siswa murid dan ini ” ujar Alim.
Beberapa bahan bangunan yang sempat di dokumentasi yang menjadi sorotan utama adalah pada tahap pemasangan rangka dan pembesian. Kualitas material yang digunakan dipertanyakan, begitu pula dengan teknik pemasangannya. Selain itu, campuran tidak sesuai yang digunakan juga dinilai tidak memenuhi standar, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada kekuatan dan daya tahan bangunan.
Tegasnya Al Alim eksekutif investigasi Sulawesi Tenggara Corupttion Whact diduga ada kongkalikong oknum Kepsek dan beberapa kontraktor yang terlibat hanya cari untung saja, tidak memikirkan dampaknya, pembangunan tersebut asal-asalan sehingga merugikan keuangan negara.






















