PORTALTERKINI.COM, KONSEL, – Proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan tidak sesuai spesifikasi, dan diduga sarat di Korupsi.
Dalam investigasi yang dilakukan oleh media ini, ditemukan adanya rangka atap yang diduga tidak diganti. Parahnya, rangka atap tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan lapuk penuh rayap, namun masih saja tetap digunakan.
Sementara, bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan adalah program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan yang berkualitas melalui rehabilitasi, pembangunan, dan penyediaan sarana dan prasarana satuan pendidikan.
Bantuan progran Revitalisasi ini merupakan bantuan langsung yang sumber anggarannya dari APBN melalui Kementerian Pendidikan yang kemudian di transfer langsung ke rekening sekolah dan dikelolah langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 5 Wolasi atau Swakelola.
Media ini menduga adanya pembiaran dan/atau ada unsur kesengajaan dari pihak sekolah maupun P2SP, sehingga kualitas pekerjaan itu diduga tidak sesuai spesifikasi.
Padahal, Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa sekolah SDN 5 Wolasi memiliki sarana dan prasarana yang memadai bagi pembelajaran berkelanjutan.
Tetapi lagi – lagi pihak sekolah SDN 5 Wolasi melakui P2SP diduga hanya mengganti Atap, tidak dengan rangka atap. Sehingga, rangka atap yang lapuk dan penuh rayap masih saja digunakan.
Diketahui, Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp501.950.001 dengan jangka waktu pelaksaan selama 120 Hari Kalender, Tahun Anggaran 2025.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak Panitia Pelaksana Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri 5 Wolasi belum di Konfirmasi untuk dimintai keterangannya, tetapi media akan terus berupaya meminta klarifikasi atau hak jawab dari pihak yang bersangkutan.






















