Musi Rawas – Portalterkini.com, Mario, itulah nama bocah berusia 10 tahun anak dari pasangan Saibi dan Indah Nurhayati warga Dusun I Desa Sumber Asri, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang butuh perhatian khusus.
Pasalnya, disaat teman seusianya menikmati indahnya bermain dan mengenyam pendidikan, Mario kecil harus menjalani hidup tanpa bisa beraktivitas layaknya anak pada umumnya.
Mario kecil tidak bisa berjalan maupun bicara lantaran kondisi fisik yang tidak tumbuh seperti anak pada umumnya. Dimana penyakit tersebut diderita Mario sejak lahir.
Sehari-hari, anak berkebutuhan khusus itu menikmati masa kecilnya di pangkuan orang tuanya dan di tempat tidur.
Untuk makan dan minun, Mario hanya bisa memberikan kode khusus kepada orang tuanya dikala lapar maupun haus.
Dikatakan sang ayah, Saibi pada Rabu (7/9), anak kelahiran 2012 itu selama ini mendapat perawatan dari Puskesmas Sumber Harta. Namun sebelumnya, Mario juga pernah dirawat di Rumah Sakit (RS) Siti Aisyah dua kali dan di RS Dr Sobirin satu kali.
“Waktu di (RS) Siti Aisyah disuruh bawa pulang karena tidak ada perubahan,” ujarnya.
- Trending Topik: 11 Tahanan Kabur Usai Bobol Sel Polres Kolaka Utara
- Deli Serdang dan Bhayangkara Kompak Berusia 80 Tahun, Ferry Kusnadi Terima Apresiasi Bupati
- OPINI: Memori dan Cerita Indah Yang Tak Pernah Usai
- Skandal Korupsi PT Babarina dan PT Tri Mitra Babarina, Kejati Sultra Geledah Rumah Wakil Bupati Kolaka dan Sang Ayah, Dokumen PT Tribhakti Ikut Disita
- Tahap Penyidikan, Kasus Pengadaan Fiktif Bibit Pala dan Kakao CV Wahana Multi Cipta Mandek, Mentan RI Didesak Evaluasi Kinerja Direktur Perkebunan
Meski pernah dibawa ke RS, namun kedua orang tua Mario tidak tau betul jenis penyakit apa yang diderita anaknya.
Untuk kebutuhan gizi Mario, Saibi mengaku pernah dibantu susu dari Puskesmas Sumber Harta hingga Mario berusia 8 tahun. Namun, saat ini tidak lagi mendapat bantuan lantaran Mario kerap menolak saat diberi susu tersebut.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Saibi bekerja sebagai buruh tanpa bantuan sang istri karena tidak bisa meninggalkan anaknya.
“Pernah dapat bantuan PKH, tapi tiga tahap ini tidak dapat, biasanya dapat tiga bulan sekali Rp600 ribu,” ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus untuk anaknya maupun kehidupannya sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Sementara, Camat Sumber Harta, Sopiah, berjanji bakal mengunjungi Mario.
(Andi Yulasmai)














