PORTALTERKINI.COM, KONAWE SELATAN, – Gerakan Pemuda Masyarakat Bersatu (GARU SULTRA) secara resmi meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Konawe Selatan untuk segera melakukan peninjauan lapangan terkait kualitas pengerjaan jalan di ruas jalan poros Mowila-Baito.
Jusmanto, SP., selaku Ketua GARU SULTRA sekaligus tokoh pemuda Kecamatan Mowila, menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi fisik jalan yang baru saja dikerjakan namun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Sebagai salah satu figur yang selama ini konsisten memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan poros Kendari-Motaha, Jusmanto menilai pengawasan dari instansi terkait sangat krusial agar anggaran daerah tidak terbuang sia-sia.
Temuan Lapangan dan Dugaan Ketidaksesuaian Standar Berdasarkan pemantauan di lapangan, GARU SULTRA menemukan adanya indikasi kualitas pekerjaan yang meragukan. Beberapa poin utama yang disoroti antara lain:
Retakan di Pinggir Aspal: Terdapat beberapa titik ruas Jalan Mowila-Baito yang mulai mengalami keretakan meski baru saja selesai dikerjakan.
Material Mudah Terkelupas: Kondisi pinggir aspal yang rapuh dan mudah terkupas mengindikasikan campuran material atau proses pemadatan yang tidak maksimal.
Jusmanto ketua GARU Sultra juga memberikan catatan khusus terkait pengerjaan rabat beton di sisi jalan. Ia memperingatkan agar pembangunan bahu jalan tersebut bukan bertujuan untuk menutupi kekurangan volume atau kualitas aspal utama.
“Kami sangat berharap rabat beton di pinggir aspal itu benar-benar berfungsi sebagai penguat bahu jalan, bukan justru dijadikan ‘perekat’ atau penutup untuk menyembunyikan kualitas aspal yang tipis atau tidak layak. Dinas PUPR jangan sampai kecolongan,” tegasnya.
Pernyataan Jusman (Ketua GARU SULTRA):
“Kami meminta Dinas PUPR Konsel tidak tinggal diam. Mereka harus segera turun ke lapangan untuk memastikan apakah pengerjaan ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan spesifikasi teknis yang ada. Kami tidak ingin jalan ini hanya bagus di permukaan saja, tapi cepat rusak dalam hitungan bulan. Masyarakat Mowila dan Baito berhak mendapatkan infrastruktur yang tahan lama.” Pinta Jusmanto.
Tuntutan GARU SULTRA:
Audit Teknis: Mendesak Dinas PUPR Konsel untuk melakukan uji petik kualitas aspal di titik-titik yang dicurigai bermasalah.
Transparansi Pengerjaan: Meminta pihak kontraktor untuk bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang muncul selama masa pemeliharaan.
Pengawasan Ketat: Meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan proyek infrastruktur di wilayah pelosok agar kualitasnya setara dengan pembangunan di pusat kota.
Ketua GARU Sultra, Jusmanto menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada perbaikan nyata di lapangan. Infrastruktur jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat, sehingga pengerjaannya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.












