PORTALTERKINI.COM, Kendari — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO) mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga melibatkan oknum TNI. Kasus ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum dan nilai kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi.
Melalui Menteri Kebijakan Publik dan Isu Strategis, Ildam, BEM UHO secara tegas mendesak Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kendari untuk segera bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini. BEM UHO memberikan ultimatum kepada Denpom Kendari untuk menangkap terduga pelaku dalam waktu 3×24 jam.
“Kami mendesak Denpom Kendari untuk segera menangkap dan mengadili terduga pelaku sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada upaya pembiaran atau perlindungan terhadap pelaku, siapapun dia,” tegas Ildam.
BEM UHO juga menuntut agar proses penanganan kasus ini dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik, guna menjamin keadilan bagi korban serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Selain itu, BEM UHO menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika dalam waktu yang telah ditentukan tidak ada langkah konkret dari pihak Denpom, BEM UHO menyatakan siap mengambil langkah lanjutan dalam bentuk gerakan massa.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai benar-benar tuntas. Keadilan bagi korban adalah harga mati,” tutupnya.














