Scroll untuk baca artikel
google.com, pub-2546408695661880, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example floating
Example floating
SOSIAL & BUDAYA

Pemberantasan Narkoba Tidak Hanya Memgandalkan APH, Mahasiswa Diminta Menjadi Garda Terdepan di Momentum HANI 2026

×

Pemberantasan Narkoba Tidak Hanya Memgandalkan APH, Mahasiswa Diminta Menjadi Garda Terdepan di Momentum HANI 2026

Sebarkan artikel ini

PORTALTERKINI.COM, KENDARI, – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (DPM FIIKES) Universitas Mandala Waluya (UMW) menggelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 dengan mengusung tema “Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dalam Mewujudkan Kampus dan Masyarakat Bebas Narkoba Menuju Indonesia emas 2045

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPM FIIKES UMW, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara, dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara.

Dialog publik ini bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa, khususnya civitas akademika Universitas Mandala Waluya, mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam upaya pencegahannya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Komisi IV Dra. Hj. Harmawati, M.Kes, Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tenggara Kompol Jumardin, S.H., M.H., CMTR., C.PS, serta Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN Provinsi Sulawesi Tenggara Nur Adnan Aga, SKM., M.Kes.

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, mahasiswa, hingga masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Selain membahas dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, sosial, dan masa depan generasi muda, dialog ini juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menjadi pelopor edukasi dan pencegahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Ketua panitia kegiatan, Tegar Alamsyah, menegaskan bahwa langkah awal dalam memerangi narkoba dimulai dari kesadaran individu.

“Penanganan dan pencegahan narkoba dimulai dari diri sendiri. Artinya, dari sisi sosial, kepedulian harus lahir dan terpatri dalam diri kita masing-masing. Jika setiap individu memiliki kesadaran untuk menolak narkoba, maka upaya mewujudkan kampus dan masyarakat yang bebas narkoba akan lebih mudah dicapai,” ujarnya.

Melalui dialog publik ini, DPM FIIKES UMW berharap semangat Hari Anti Narkotika Internasional 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, berintegritas, dan terbebas dari ancaman narkoba demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Example 120x600