Portalterkini.com, Palembang – Mengelar Kuliah Bersama dengan ” tema Tantangan Komunikasi Dalam Rangka Peningkatan Budaya Kerja Pegawai UPBU Silampari dan Satpelnya,” Kantor Unit Penyelengara Bandara Udara (UPBU) Silampari menggelar Kuliah Bersama pada hari Kamis (23/9/2021) mendatang.
Kepala Kantor UPBU Silampari M.Mega Herdiyansya, S.SiT, M.A mengatakan, pihaknya berkomitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di kantor UPBU Silampari.
- Rekam Jejak Hitam Martogi Sinaga, Sosok yang Sering Mengklaim Hak Orang Lain dan Membuat Kegaduhan
- DPP KAMPUD Minta Kejari Pringsewu Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13 Milyar ke Bawaslu Tahun 2024
- Klarifikasi Kabid BPBD Konawe “Perencanaan Kearifan Lokal” Disorot, Polres dan Kejari Konawe Didesak Panggil dan Periksa PPK Bersama Kontraktor Pelaksana
- Kasus Pengadaan Fiktif Bibit Pala Sebesar Rp26 Miliar Mandek, CV Wahana Multi Cipta Diduga Kembali Mendapatkan Pekerjaan Pengadaan Bibit Kakao
- 500 Masyarakat Gelar Syukuran Penutupan Galian C di Bantaran Sungai Ular yang Digagas Satgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem
“Kami berharap besar dengan adanya kuliah bersama yang dibawakan oleh Dr.H.Rahidin H.Anang.MS sebagai narasumber, bisa memberi efek positif terhadap budaya kerja yang ada di managemen UPBU Silampari,” katanya saat diwawancarai, Selasa (21/9/2021).
Dalam materi yang akan diberikan yakni komunikasi yang efektif dan efesien, serta berefek positif yang bisa menjadi triger untuk peningkatan budaya kerja. Pesertanya nanti, dari sisi internal perkiraan 200 orang terbagi dari 3 satpel yakni Satuan Pelayanan Bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Satuan Pelayanan Bandar Udara Gatot Subroto Way Kanan, dan Satuan Pelayanan Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung Pesisir Barat.
“Karyawan yang akan mengikuti Kuliah Bersama ini, tentunya mereka menangapi dengan positif, karena di masa pandemi ini banyak hal di new normal yang seharusnya kita menyikapi seperti adanya penurunan penerbangan dan pelayanan yang terjaga, ini perlu disikapi bersama supaya budaya kerja itu tidak menurun,” katanya.
Dia berharap budaya kerja bisa menjadi budaya organisasi yang langeng karena sesuai moto Dirjen Perhubungan Udara yaitu 3S1C .
“Kami yakin dengan pemberian pelayanan yang prima dan berorentasi itu sangat membutuhkan yang namanya budaya kerja yang dibangun dari sebuah komunikasi. Bapak Rahidin Anang ini yang sebagai narasumber mampu memberi materi terkait bagaimana komunikasi yang efesien dan menimbulkan budaya kerja yang baik,” ungkapnya.
Mega menjelaskan, setelah kuliah bersama UPBU Silampari juga akan melauching aplikasi SIARIS (Sistem Administrasi dan Arsiparis Silampari) merupakan aplikasi yang disampaikan oleh narsumber bahwa kita ini yang PNS punya AP2KP, Skema Raja harus tau dengan Four Point Zero.
“Bagi yang non PNS, kinerja dan pengawasannya bagaimana ?, maka dari itu di manajemen ini melauching aplikasi SIARIS dimana yang non PNS tidak harus absen melalui sidik jari. Dengan aplikasi ini, absen hanya foto ditempat kerja dan nantinya akan terdektesi titik koordinatnya. Absen tidak harus disatu titik, tapi sekarang lansung pakai handphone dan di radius bandara,” paparnya.
Sementara itu, Zerhanto selaku Kepala Urusan Tata Usaha UPBU Silampari menambahkan bahwa Kuliah bersama ini untuk pertama kalinya digelar, dan tentunya dengan prokotol Kesehatan yang ketat.
“Ruangan yang akan digunakan itu besar secara umum bisa muat 500 orang, tapi karena kita punya 3 satpel yang mengikuti maka hanya ada diruangan nanti hanya 100 orang sisanya mengikuti melalui Zoom Metting,” katanya.
Sementara itu, sebagai narasumber, Dr.H.Rahidin H.Anang.MS menambahkan, gagasan ini merupakan salah satu variabel sosok seseorang yang sukses ada 10 item pertama jujur dan yang terakhir mampu menjual gagasan dan ide. Kepala Kantor UPBU Silampari ini merupakan karakter orang yang mampu menjual gagas dan mempunyai pemikiran yang tampil beda. Karena ia mengamati berbagai variasi tenaga kerja ini, untuk itu pencapaian yang penting dan utama yakni peningkatan kinerja kerja.“Selama ini kinerja kerja asal senang saja, maka dari itu Kepala UPBU ingin merubah itu karena harapanya punya standar peningkatan,” pungkasnya. (Ocha)














