Scroll untuk baca artikel
banner 1600x458
Example floating
Example floating
ADVERTORIAL

BPBD Koltim Berjibaku Padamkan Karhutla di Dua Titik

×

BPBD Koltim Berjibaku Padamkan Karhutla di Dua Titik

Sebarkan artikel ini

PORTALTERKINI.COM – Koltim, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Hingga Sabtu sore (12/9/2026), tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di dua titik, yakni Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae dan Desa Weamo, Kecamatan Tinondo.

Penanganan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah api meluas dan memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Tim gabungan diterjunkan langsung ke lokasi dengan dukungan lintas sektor.

Di Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae, pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kolaka Timur, Manggala Agni, tim dari PT. Sari, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas turut serta dalam penganan pemadaman api dilokasi.

Berdasarkan laporan lapangan, hingga Sabtu sore kondisi api di lokasi tersebut masih menyala. Seluruh personel terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak merembet ke wilayah lainnya.

Sementara itu, penanganan juga dilakukan di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo. Tim yang terlibat terdiri atas TRC BPBD Kolaka Timur, BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara, personel Polsek Mowewe, Babinsa, serta pemerintah Desa Weamo.

Kondisi di lokasi juga masih memerlukan penanganan intensif karena api dilaporkan masih berkobar. Personel gabungan terus melakukan pemadaman secara bersama-sama di titik api.

Data BPBD Kolaka Timur mencatat, hingga periode pelaporan 11 September 2026, telah terjadi sejumlah kejadian karhutla dan kekeringan di wilayah Kabupaten Koltim. Luas areal yang terdampak karhutla tercatat mencapai 273,5 hektare, sementara luas areal terdampak kekeringan mencapai 1.886,57 hektare.

Khusus kejadian yang tercatat pada September, karhutla sebelumnya terjadi di Desa Loka, Kecamatan Tirawuta dengan luas terdampak 0,80 hektare, Desa Talodo, Kecamatan Ladolae seluas 24 hektare; Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae seluas 23 hektare; serta Desa Weamo, Kecamatan Tinondo seluas 20,25 hektare.

Dengan masih ditemukannya titik api di sejumlah wilayah, Pemkab Koltim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca kering yang dapat menyebabkan api dengan cepat menyebar.

Pemkab Koltim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

Pemkab juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah setempat, BPBD, aparat keamanan, atau pihak terkait apabila menemukan titik api maupun indikasi terjadinya kebakaran.

Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Keterlibatan BPBD, aparat TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, serta unsur lainnya diharapkan dapat membantu mengendalikan titik api sekaligus mencegah karhutla meluas ke kawasan permukiman maupun areal lainnya.

Penanganan secara cepat dan bersama-sama dinilai penting mengingat kondisi kemarau masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kolaka Timur.

Laporan : Armanto

Example 120x600