PORTALTERKINI.COM, Kendari, – LSM GMBI Wilter Sultra menduga Kanwil Bea Cukai Makassar dan Kendari mendukung negara mengalami kerugian. “Hal ini dibuktikan dengan adanya pembiaran beredarnya berbagai macam rokok ilegal di wilayah Sulawesi Tenggara,” ucap Kadiv Investigasi.
Menurut Hendra Jaya, ia menyampaikan bahwa LSM GMBI daerah maupun pusat akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Menkeu) dan Kepala Dirjen Bea dan Cukai terkait peredaran bebas rokok ilegal di berbagai daerah di wilayah Sultra hingga ke pelosok desa.
“Kami LSM GMBI didaerah dengan pusat akan bersama sama melakukan audiense dengan Menkeu dengan Kepala Dirjen Bea & Cukai terkait pembiaran peredaran rokok ilegal di Sultra agar segera dilakukan evaluasi sekaligus mencopot Kanwil Bea Cukai Makassar dan Kendari yang kami duga mereka mendukung negara mengalami kerugian dan menguntungkan pribadi mereka,” tuturnya, Senin, 02/02/2026.
Apalagi lanjut Hendra Jaya, Bea Cukai Kendari diduga telah mengetahui siapa dibalik dan oknum inisial H. ABS ini yang mengedarkan rokok ilegal merk Boss Coffee Lattee dan Boss Manggo tetapi tidak ditangkap justru di biarkan.
“Mereka sebenarnya tau, siapa dalang dibalik peredaran rokok ilegal, hanya saja mereka biarkan dan berpura pura seolah olah tidak mengetahui. Kalau kami laporkan kepada mereka, sebelum mereka turun sidak atau penggerebekan diduga sudah melakukan koordinasi untuk pengosongan barang bukti, sehingga pada saat turun lapangan tidak terdapat barang bukti. Inikan permainan Mafia sebenarnya. Apalagi H. ABS ini salah satu owner pabrik minuman mineral kemasan botol di Kabupaten Konawe Selatan,” katanya.
Kadiv Investigasi LSM GMBI Wilter Sultra berharap agar Menkeu bersama Dirjen Bea dan Cukai untuk segera mengevaluasi kinerja pegawai sekaligus mencopot Bea Cukai Makassar dan Kendari, serta menangkap oknum H. ABS yang terkesan kebal hukum yang diduga di backup oleh Oknum Bea Cukai dan APH. Pungkasnya
google.com, pub-2546408695661880, DIRECT, f08c47fec0942fa0










