PORTALTERKINI.COM, Pandeglang – Yayasan Peduli Bangsa membantah isu bahwa Dapur MBG Kolelet tidak melibatkan pengusaha lokal. Pihak yayasan menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan Dapur MBG sangat terbuka untuk bersinergi dengan siapapun apalagi potensi ekonomi lokal, selamamengedepankan kualitas dan mutu.
Namun, pengelola menjelaskan bahwa produk dari pengusaha desa, termasuk milik Kang Ari, belum memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh tim ahli. Prioritas tertinggi dalam program nasional ini adalah kualitas mutlak bahan baku.
“Ahli Gizi memantau aspek higienitas proses, kepadatan tekstur, hingga konsistensi nutrisi pada setiap sampel tempe yang diajukan,” jelas pihak yayasan.
Kepala SPPG Yayasan Peduli Bangsa, Fitri Hermawati, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tim ahli tersebut demi menjaga integritas program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pandeglang.
“Kami memiliki tanggung jawab terhadap asupan anak-anak. Jika hasil penilaian Ahli Gizi menyatakan belum layak, kami tidak bisa mengambil risiko tersebut demi keamanan konsumsi siswa,” tegas Fitri Hermawati.
Pihak yayasan tetap membuka ruang bagi Kang Ari dan pengusaha lokal lainnya untuk memperbaiki mutu produksi agar ke depannya dapat memenuhi standar resmi yang ditetapkan oleh BGN.
Di tempat lain HENDRI sebagai Ketua DPC Perkumpulan Basar Solidaritas Rakyat (PBSR) Kabupaten Pandeglang ikut berbicara, bahwa sepengetahuannya pihak Dapur Kolelet sangat mengutamakan masyarakat setempat.
” Saya pernah mengajukan nama untuk bekerja di dapur tersebut, namun pengelola menolak dengan alasan memprioritaskan warga sekitar, maka dengan alasan tersebut saya bahkan acungi jempol kepada pengelola dapur tersebut, yg benar2 mendahulukan warga setempat. Jadi saya heran jika ada pihak yg mengatakan bahwa dapur tertutup untuk lokal.”
Reporter: HJ
google.com, pub-2546408695661880, DIRECT, f08c47fec0942fa0











