Portalterkini.com, – Palembang – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) Universitas Sriwijaya Tahun Ajaran 2022-2023 Di FH Tower Lantai 8 Fakultas Hukum UNSRI, Bukit Besar Palembang, Selasa (9/8/2022)
Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) bagi Mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (UNSRI) Tahun Akademik 2022/2023 dilakukan secara Hybrid, gabungan antara Daring dan Luring.
Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf MSCE mengatakan, ” PK2 dilakukan secara Hybrid. Hari ini dilakukan secara daring, dan besok dilakukan luring di fakultas,” katanya.
Anis mengharapkan, Daring dan dicampur luring kegiatan PK2, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak ada kerumunan.
- Proyek Rehabilitasi SD Negeri Sampara Rp577 Juta Diduga Asal Jadi, GSPI Soroti Sejumlah Kejanggalan
- Perhitungan Tarif Denda Administrasi Pelanggaran Kegiatan Usaha Pertambangan Nikel, Bauksit, Timah dan Batubara
- Polemik Lahan Walaka Kerbau di Desa Wuura, Bupati Konsel Surati PT Merbau “Hentikan Aktivitas Sementara”
- Proyek Irigasi Perpompaan TA 2026 di Desa Watarema Diduga Tabrak Juknis dan UU KIP
- Petaka Dibalik Balutan Tisu, Seorang Pria Ditangkap Polisi
” Untuk tahun Akademik ini, jumlah Mahasiswa total mendaftar 8.668 orang berdasarkan hasil daftar ulang. Ditambah dengan mahasiswa yang eksisting yakni sebanyak 28.339 orang, jika dibagi maka rata-rata masa Studi 3,5 hingga 4 tahun,” tuturnya.
Anies menambahkan, Pelaksanaan PK2 tahun ini berbeda dibandingkan tahun lalu. Karea tahun lalu full daring karena suasana gawat tapi sekarang kan mulai sistem hybrid, proses pembelajarannya
” Untuk kuliah yang hanya menjelaskan teori, itu daring saja tapi kalau perlu ke lapangan maka seperti ke Laboratorium, tinggal diatur prodi masing-masing, asal tidak membuat kerumunan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi mengatakan sistem yang diterapkan Unsri bermanfaat bagi adik-adik dalam beradaptasi. Kepada mahasiswa baru, ia berpesan, selama ini ditingkat SMA 80 persen ditentukan guru.
Riza menuturkan, ” berbeda jika pendidikan di kampus dimana dosen perannya hanya 20 persen saja, sisanya mahasiswa itu sendiri yang menentukan hasilnya nanti. Disini juga masa pengenalan kampus tidak ada kekerasan, aman dan menyenangkan,” pungkasnya. (Ocha)



































