Portalterkini.com, – Palembang – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) Universitas Sriwijaya Tahun Ajaran 2022-2023 Di FH Tower Lantai 8 Fakultas Hukum UNSRI, Bukit Besar Palembang, Selasa (9/8/2022)
Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) bagi Mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (UNSRI) Tahun Akademik 2022/2023 dilakukan secara Hybrid, gabungan antara Daring dan Luring.
Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf MSCE mengatakan, ” PK2 dilakukan secara Hybrid. Hari ini dilakukan secara daring, dan besok dilakukan luring di fakultas,” katanya.
Anis mengharapkan, Daring dan dicampur luring kegiatan PK2, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak ada kerumunan.
- Disnaker Konsel Ungkap Fakta Baru, Amrullah: PT SGHI Tidak Pernah WLTK, Padahal Itu Wajib Dilakukan
- Tim Kuasa Hukum DAS Apresiasi Bareskrim Polri dalam Menangani Perkara Tindak Pidana PT Prowell Energi Indonesia
- Bank Sultra dan Ditjen Dukcapil Kemendagri Teken PKS Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Layanan Perbankan
- Bendera Merah Putih Sobek Berkibar di Desa Cililitan, UU Nomor 24 Tahun 2009 Dilanggar
- JPKPN dan GSPI Sultra Soroti Dugaan Pelanggaran ODOL PT ST Nickel Resource, Tim Terpadu Dinilai Mandul
” Untuk tahun Akademik ini, jumlah Mahasiswa total mendaftar 8.668 orang berdasarkan hasil daftar ulang. Ditambah dengan mahasiswa yang eksisting yakni sebanyak 28.339 orang, jika dibagi maka rata-rata masa Studi 3,5 hingga 4 tahun,” tuturnya.
Anies menambahkan, Pelaksanaan PK2 tahun ini berbeda dibandingkan tahun lalu. Karea tahun lalu full daring karena suasana gawat tapi sekarang kan mulai sistem hybrid, proses pembelajarannya
” Untuk kuliah yang hanya menjelaskan teori, itu daring saja tapi kalau perlu ke lapangan maka seperti ke Laboratorium, tinggal diatur prodi masing-masing, asal tidak membuat kerumunan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi mengatakan sistem yang diterapkan Unsri bermanfaat bagi adik-adik dalam beradaptasi. Kepada mahasiswa baru, ia berpesan, selama ini ditingkat SMA 80 persen ditentukan guru.
Riza menuturkan, ” berbeda jika pendidikan di kampus dimana dosen perannya hanya 20 persen saja, sisanya mahasiswa itu sendiri yang menentukan hasilnya nanti. Disini juga masa pengenalan kampus tidak ada kekerasan, aman dan menyenangkan,” pungkasnya. (Ocha)












