Example floating
Example floating
banner 1600x458banner 1600x458banner 1600x458
ADVERTORIAL

Wawali Kendari Temukan Penggunaan Barcode Kendaraan Lain Saat Sidak SPBU Puuwatu

×

Wawali Kendari Temukan Penggunaan Barcode Kendaraan Lain Saat Sidak SPBU Puuwatu

Sebarkan artikel ini

PORTALTERKINI.COM – KENDARI, Pemerintah Kota Kendari kembali memperketat pengawasan terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) di salah satu SPBU di kawasan Puuwatu, Kota Kendari, Rabu (7/10/2026), Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menemukan seorang pengantri Pertalite yang diduga menggunakan barcode kendaraan lain untuk melakukan pengisian BBM bersubsidi.

Temuan itu terjadi ketika Sudirman bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Kendari, Kasat Pol PP, Kasat Lantas, serta Tim Bapenda Kota Kendari melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang sedang mengantre di SPBU tersebut.

Saat menemukan adanya penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan yang mengantre, Sudirman langsung meminta petugas mengamankan pengantri tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemerintah Kota Kendari juga akan menelusuri kendaraan yang identitasnya tercantum dalam barcode tersebut, termasuk memastikan siapa pemilik kendaraan dan apakah yang bersangkutan mengetahui barcode kendaraannya digunakan oleh pihak lain.

“Kita akan amankan di kantor dulu, sambil kita mau cari mobilnya siapa yang dia mau pakai. Jangan sampai mobil yang dia pakai itu memang tidak tahu kalau dipakai barcode-nya,” kata Sudirman.

Menurut Sudirman, penggunaan barcode kendaraan lain menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Pasalnya, sistem barcode seharusnya digunakan sesuai dengan identitas kendaraan yang melakukan pengisian BBM.

“Ini salah satu contoh yang kita dapati. Sementara mengantri, sudah mau diisi dengan barcode yang berbeda,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kendari akan terus melakukan pengawasan di sejumlah SPBU guna mencegah terjadinya penyalahgunaan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi.

Temuan di SPBU Puuwatu tersebut bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, Pemkot Kendari juga menemukan persoalan serupa saat melakukan sidak di SPBU Anggoeya.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, pemerintah kota menemukan lima kasus yang berkaitan dengan penggunaan barcode dalam proses penyaluran BBM bersubsidi.

Sudirman menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Pemkot Kendari juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti setiap temuan di lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adv

banner 1600x458
Example 120x600