Portalterkini.com, Sultra – Konawe Utara – Terkait Proyek Pembangunan Talud Penahan Abrasi Pantai di Konawe Utara diduga Cincin yang di gunakan menggunakan material yang diduga tidak memenuhi syarat.
Dan terkait hal itu, di ungkapkan langsung oleh Arjono Nuru selaku Divisi Investigasi LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi (BARAK). Jumat, 22 Oktober 2021.
Menurut Divisi Investigasi LSM BARAK Arjono Nuru ,s,sos saat melakukan investigasi di lapangan (22/10/2021) ia mengatakan bahwa proyek tersebut diduga kurang pengawasan. Selain itu, ia mendapatkan beberapa ruas yang kosong pada susunan batu yang tidak terisi dengan campuran. Dan hal itu, menurut Arjono akan berdampak pada kualitas bangunan pekerjaan tersebut.
- Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Puuwatu Kota Kendari Disorot, Formades Sultra Siap Lapor ke Bareskrim Polri
- Data Final Bertambah Jadi 45 Orang, Perjuangan Eks Penyuluh Pertanian Musi Rawas Kian Mendekati Titik Terang
- Aksi KDKMP Pandeglang Diwarnai Ketegangan Terkait Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Transparansi
- Negara Rugi Miliaran: 17 Eksavator Barang Bukti Sitaan Negara Diduga Dikeluarkan Tanpa Lelang Resmi, LSM GMBI: “Akan kami koordinasi dengan Pusat serta Mengawal Kasus ini”
- Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Sultra tanpa Penindakan, GMBI Sultra: Sorot Bea & Cukai
“Kami menduga material yang digunakan pada proyek tersebut tidak sesuai dengan syarat. Kami buktikan, dan buktinya cincin nya saja belum apa” sudah retak dan mudah retak dan hancur,” kata Arjono
Lanjut Arjono Nuru,s,sos menanggapi hal itu, pihaknya melakukan konfirmasi kepada oknum anggota DPRD Kab. Konawe insial MA yang juga selaku pemenang tender pada proyek tersebut. Saat di hubungi melalui via telfon selulernya Arjono Nuru ,sos menanyakan terkait kualitas cincin yang digunakan. Namun sayangnya oknum pemenang tender tersebut mengatakan, Suruh orang bikinkan yang bagus, tapi bayar pakai uangmu.
“Suruh orang lain bikinkan yang bagus, tapi bayar pakai uangmu,” kata Arjono saat menkonfirmasi kepada pihak pemenang tender tersebut.
” Saya sangat menyayangkan oknum tersebut yang juga selaku pelayan masyarakat tidak kooperatif memberikan jawaban, justru memberikan jawaban yang tidak senonoh,” Kata Arjono Nuru, S.Sos itu
Lanjut kata Arjono Nuru s,sos Divisi Investigasi LSM BARAK ia menyampaikan dengan tegas bahwa pihaknya akan mengawal dan melaporkan proyek pekerjaan tersebut.
“Yang jelas saya Tegaskan bahwa saya akan kawal dan melaporkan proyek pekerjaan tersebut,” Pungkasnya
















Coba ke lapangan arjono, jgn memuat berita yg tdk akurat,,, kami ini pekerjanya sekaligus pengguna proyek tersebut,.tdk ada penyimpangan, seperti yg kamu beritakan, kami masyarakat motui yg melawan km..