PORTALTERKINI.COM – Kendari, Perum BULOG Kantor Cabang Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat pengadaan gabah kering panen (GKP) sebanyak 67.741 ton hingga 8 Oktober 2026. Capaian yang mencakup wilayah Kabupaten Bombana dan Konawe Selatan (Konsel) itu turut berkontribusi terhadap rekor pengadaan beras nasional BULOG yang menembus 4 juta ton.
“Pengadaan gabah di wilayah Perum BULOG Kantor Cabang Bombana hingga 8 Oktober 2026 mencapai 67.741.591 kilogram atau setara 34.649.824 kilogram beras. Capaian ini meningkat dibandingkan sepanjang 2025 yang sebanyak 51.344.140 kilogram gabah atau setara 26.262.527 kilogram beras,” ujar Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Bombana yang membawahi Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan Muh. Abdan Djarmin, Jumat (9/10/2026).
Abdan mengatakan, pengadaan gabah tersebut meningkat menjadi 131,93 persen dari capaian tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan itu tidak lepas dari kerja sama BULOG dengan pemerintah daerah, pengusaha penggilingan, TNI, Polri, serta penyuluh pertanian di Bombana dan Konsel.
Secara nasional, realisasi pengadaan beras BULOG hingga 8 Oktober 2026 mencapai 4.115.014 ton atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BULOG, melampaui realisasi 2025 sebesar 3.191.969 ton dan rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran BULOG dan pihak yang terlibat dalam penyerapan hasil panen petani.
“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,” ujar Ahmad Rizal.
Ia menambahkan, pengadaan beras tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menjaga ketersediaan pangan, serta mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen.
BULOG menyatakan akan melanjutkan penyerapan hasil panen hingga akhir 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan jaringan pembelian, kesiapan gudang, serta kerja sama dengan petani dan para pemangku kepentingan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.









