Portalterkini.com, – Pandeglang – Banten. Di Desa Kubang Kampil Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Kembali diduga terjadi praktek yang cukup Klasik, berupa potong bantuan sosial dari Provinsi Banten,bernama Program Jaminan sosial Rakyat Banten bersatu (Jamsosratu) oknum yang dimaksud adalah H Sarnata staf Desa Kubang Kampil selaku Kaur perencanaan Desa.
Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berinisial Mn Sabtu lalu (4/12/21) mengeluhkan hal itu kepada Wartawan.Dirinya seharusnya menerima Uang Rp 1.000.000.- kenyataan yang diterima dari Tangan Sarnata hanya Rp 800.000.-.” Kami hanya menerima Delapan Ratus Ribu Rupiah.padahal seharusnya Satu Juta Rupiah.” Keluh Mn.
Masih dikatakan Mn,pada saat akan pencarian Jamsosratu, pihaknya berikut Warga setempat yang sudah dipastikan menerima bantuan Jamsosratu,diharuskan mengumpulkan Photo copy KTP,Kartu Keluarga dan Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).” Waktu itu Sarnata mengutus seseorang untuk mengambil Kartu-kartu tersebut,tanpa pemberitahuan,tanpa surat mandat, tanpa surat kuasa,tanpa berita Acara dari KPM.” Tutur Mn.
Dihari yang sama,Orang yang diduga telah melakukan praktek berupa potong dana diluar persetujuan sejumlah KPM mengatakan.” Itu sama sekali tidak benar,itu sama sekali bohong,Begini saja besok Kita ketemu dan akan Saya jelaskan secara langsung.” Tangkis Sarnata.
- Sejumlah Proyek Dinas PUPR Lampung Selatan Tahun 2024 dan 2026 Dilaporkan DPP KAMPUD Ke Kejati Lampung
- Tambang Galian C Diduga Ilegal Masih Beroperasi, KIP Sultra: Kepastian Hukum di Tangan Kapolres Konawe yang Baru Dipertanyakan
- Dua Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
- Tokoh Pemuda Aceh Jakarta: Pelantikan Mawardi Nur Membuka Peluang Baru bagi Kemajuan Migas Aceh
- Dituding Takut Copot Kades GD, Marwah Bupati Madina Dipertaruhkan
Hingga berita ini dirilis, Pendamping KPM Jamsosratu tidak bisa dihubungi,akan tetapi ada suatu hal yang patut diperhatikan oleh Sarnata, Mereka para peserta KPM Jamsosratu sudah membuat pernyataan secara tertulis soal adanya dugaan pemotongan uang tersebut. (Nuryahman).












































