Portalterkini.com, – Pandeglang – Banten. Di Desa Kubang Kampil Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Kembali diduga terjadi praktek yang cukup Klasik, berupa potong bantuan sosial dari Provinsi Banten,bernama Program Jaminan sosial Rakyat Banten bersatu (Jamsosratu) oknum yang dimaksud adalah H Sarnata staf Desa Kubang Kampil selaku Kaur perencanaan Desa.
Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berinisial Mn Sabtu lalu (4/12/21) mengeluhkan hal itu kepada Wartawan.Dirinya seharusnya menerima Uang Rp 1.000.000.- kenyataan yang diterima dari Tangan Sarnata hanya Rp 800.000.-.” Kami hanya menerima Delapan Ratus Ribu Rupiah.padahal seharusnya Satu Juta Rupiah.” Keluh Mn.
Masih dikatakan Mn,pada saat akan pencarian Jamsosratu, pihaknya berikut Warga setempat yang sudah dipastikan menerima bantuan Jamsosratu,diharuskan mengumpulkan Photo copy KTP,Kartu Keluarga dan Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).” Waktu itu Sarnata mengutus seseorang untuk mengambil Kartu-kartu tersebut,tanpa pemberitahuan,tanpa surat mandat, tanpa surat kuasa,tanpa berita Acara dari KPM.” Tutur Mn.
Dihari yang sama,Orang yang diduga telah melakukan praktek berupa potong dana diluar persetujuan sejumlah KPM mengatakan.” Itu sama sekali tidak benar,itu sama sekali bohong,Begini saja besok Kita ketemu dan akan Saya jelaskan secara langsung.” Tangkis Sarnata.
- Lupa Tupoksi: Oknum Pengawas Lapangan BWS Sulawesi IV Kendari Diduga Bertindak Seolah Kontraktor, Rekam Jejak Proyek 2025 di Muara Sampara Ikut Diungkit
- Diduga Puluhan Siswa Tumbang Usai Konsumsi MBG, PMII Konawe Desak Investigasi dan Tutup Total SPPG Tongauna
- Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas Yonif 645/GTY Gelar Pelayanan Kesehatan dan Anjangsana di Benawa
- Jeritan Korban Pencabulan TKA Tiongkok di Bahodopi: Sudah Lapor Polisi, Pelaku Masih Bebas?
- Puluhan Siswa SMAN 1 Tongauna Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG
Hingga berita ini dirilis, Pendamping KPM Jamsosratu tidak bisa dihubungi,akan tetapi ada suatu hal yang patut diperhatikan oleh Sarnata, Mereka para peserta KPM Jamsosratu sudah membuat pernyataan secara tertulis soal adanya dugaan pemotongan uang tersebut. (Nuryahman).



































