Portalterkini.com, Pangkal Pinang – Karang Taruna Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bagikan 100 paket sembako bagi warga kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19. Pemberian bantuan tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-61 Karang Taruna, Minggu (23/09/2021).
Ketua Karang Taruna Bangka Belitung, Bustami Nurdin, menyebutkan bahwa setiap satu paket sembako berisi 10 kg beras, minyak goreng, gula pasir, kopi bubuk, susu kaleng, dan mie instan. “Bantuan ini dihimpun dari pengurus dan warga Karang Taruna untuk mengurangi beban masyarakat di masa pandemi,” ungkap Bustami Nurdin.
- Aksi KDKMP Pandeglang Diwarnai Ketegangan Terkait Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Transparansi
- Negara Rugi Miliaran: 17 Eksavator Barang Bukti Sitaan Negara Diduga Dikeluarkan Tanpa Lelang Resmi, LSM GMBI: “Akan kami koordinasi dengan Pusat serta Mengawal Kasus ini”
- Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Sultra tanpa Penindakan, GMBI Sultra: Sorot Bea & Cukai
- Dugaan Investasi Bodong Kasus Hukum Korban Berikan Apresiasi Polres Lubuklinggau Bertindak Profesional
- Nurkholis Pimpin Kepengurusan Baru Partai Golkar Kecamatan Negara Batin Melalui Muscam
Ia mengatakan bahwa bantuan itu sebagai wujud kepedulian Karang Taruna dalam mengisi peringatan HUT ke-61. Sembako tersebut diharapkan bermanfaat dan membantu meringankan kebutuhan hidup warga kurang mampu.
Dijelaskannya juga bahwa bakti sosial berbagi sembako dilakukan serempak melalui Gerakan Serentak (Gertak) Nusantara Karang Taruna secara nasional. Pembagian dilakukan dengan mengantarkan sembako ke rumah-rumah warga, melibatkan pengurus karang taruna di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan itu, pengurus karang taruna mengajak masyarakat untuk terus membantu pemerintah menangani Covid-19. Selain melalui disiplin protokol kesehatan. Selain itu, warga perlu mengikuti vaksinasi di fasilitas layanan kesehatan terdekat.
“Selama Covid-19 ini seluruh masyarakat ikut terdampak, terutama warga kurang mampu. Kita berharap pandemi segera berakhir sehingga masyarakat bisa melaksanakan pekerjaannya kembali normal,” tutup Bustami Nurdin. (ISM/Red)














