Palembang – Aliansi BEM se Sumsel melaksanakan aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Sumsel. Namun ratusan mahasiswa geram karena tidak bisa melakukan aksi di depan gerbang halaman gedung DPRD Provinsi Sumsel, karena sudah dipasang kawat berduri di jalan POM IX. Mahasiswa berorasi di simpang lampu merah Jalan POM IX. Kamis (7/4/2022)
Korlak BEM Mahasiswa Kader Bangsa, Ruben mengatakan, mahasiswa menolak wacana presiden tiga periode maupun memperpanjang masa jabatan presiden, itu harga mati. Bagaimana tiga periode, untuk dua periode saja tidak becus.
- 3 Pesan Hanan Saat Buka Bersama Golkar Lampung
- Tingkatkan Konektivitas Antar Wilayah, Plt. Bupati Koltim Tinjau Proses pengaspalan Jalan di Mowewe
- Bertahun-tahun Menggarap 3500 M2 Sawah di TNUK Namun Menjaga Satu Pohon Tidak Bisa
- Hadiri Pengukuhan Pengurus PGRI Masa Bakti 2025–2030, Plt Bupati Koltim Harap Tingkatkan Profesionalisme
- Bank Sultra Resmi Menggelar Grand Opening Ramadan Sultra Fest 2026
“Mereka dilantik untuk mensejahterakan rakyat Indonesia bukan untuk menyengsarakan rakyat Indonesia.
Minyak goreng mahal, BBM naik. Padahal belum selesai dua periode. Hukum tajam kebawah, tanah rakyat dirampas,” ujarnya.
Ruben menuturkan, aksi 7 April serentak se Indonesia. Kita sepakat tolak tiga periode. Tambang di Malhamera, diekspoitasi negara lain. “Ayo bangkit lawan rezim ini, ” ucapnya.
Aksi massa diterima Wakil Ketua DPRD Provinsi Muchendi Saat Muchendi mau memberikan tanggapan, aksi massa tetap pada keinginannya menyampaikan aksi di depan gerbang DPRD Provinsi Sumsel.
Muchendi menuturkan, DPRD Provinsi Sumsel tidak menolak aksi massa yang mau menyampaikan aspirasi di depan halaman gedung DPRD Provinsi. (Ocha )












