Palembang – Aliansi BEM se Sumsel melaksanakan aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Sumsel. Namun ratusan mahasiswa geram karena tidak bisa melakukan aksi di depan gerbang halaman gedung DPRD Provinsi Sumsel, karena sudah dipasang kawat berduri di jalan POM IX. Mahasiswa berorasi di simpang lampu merah Jalan POM IX. Kamis (7/4/2022)
Korlak BEM Mahasiswa Kader Bangsa, Ruben mengatakan, mahasiswa menolak wacana presiden tiga periode maupun memperpanjang masa jabatan presiden, itu harga mati. Bagaimana tiga periode, untuk dua periode saja tidak becus.
- Gelapkan Uang Perusahaan Hampir Rp 500 Juta, Mantan Karyawan Suruh Oknum Polisi Menakut-nakuti Pengusaha
- Skandal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf: Keuangan Polisario Dipertanyakan, Wilson Lalengke Desak Pembubaran Kamp
- Lupa Tupoksi: Oknum Pengawas Lapangan BWS Sulawesi IV Kendari Diduga Bertindak Seolah Kontraktor, Rekam Jejak Proyek 2025 di Muara Sampara Ikut Diungkit
- Diduga Puluhan Siswa Tumbang Usai Konsumsi MBG, PMII Konawe Desak Investigasi dan Tutup Total SPPG Tongauna
- Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas Yonif 645/GTY Gelar Pelayanan Kesehatan dan Anjangsana di Benawa
“Mereka dilantik untuk mensejahterakan rakyat Indonesia bukan untuk menyengsarakan rakyat Indonesia.
Minyak goreng mahal, BBM naik. Padahal belum selesai dua periode. Hukum tajam kebawah, tanah rakyat dirampas,” ujarnya.
Ruben menuturkan, aksi 7 April serentak se Indonesia. Kita sepakat tolak tiga periode. Tambang di Malhamera, diekspoitasi negara lain. “Ayo bangkit lawan rezim ini, ” ucapnya.
Aksi massa diterima Wakil Ketua DPRD Provinsi Muchendi Saat Muchendi mau memberikan tanggapan, aksi massa tetap pada keinginannya menyampaikan aksi di depan gerbang DPRD Provinsi Sumsel.
Muchendi menuturkan, DPRD Provinsi Sumsel tidak menolak aksi massa yang mau menyampaikan aspirasi di depan halaman gedung DPRD Provinsi. (Ocha )



































