Portalterkini.com – Palembang – Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto melakukan kunjungan silaturahmi dengan Rektor Unsri Prof Anis Saggaf, di Graha KPA Unsri, Kamis (9/9/2021).
Kunjungan tersebut kali pertama dilakukan Kapolda Sumsel baru dengan tujuan menjalin silaturahmi dan diharapkan bisa terus berkelanjutan.
- Rekam Jejak Hitam Martogi Sinaga, Sosok yang Sering Mengklaim Hak Orang Lain dan Membuat Kegaduhan
- DPP KAMPUD Minta Kejari Pringsewu Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13 Milyar ke Bawaslu Tahun 2024
- Klarifikasi Kabid BPBD Konawe “Perencanaan Kearifan Lokal” Disorot, Polres dan Kejari Konawe Didesak Panggil dan Periksa PPK Bersama Kontraktor Pelaksana
- Kasus Pengadaan Fiktif Bibit Pala Sebesar Rp26 Miliar Mandek, CV Wahana Multi Cipta Diduga Kembali Mendapatkan Pekerjaan Pengadaan Bibit Kakao
- 500 Masyarakat Gelar Syukuran Penutupan Galian C di Bantaran Sungai Ular yang Digagas Satgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem
Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, Polda Sumsel ada program yang berkelanjutan, terpenting ada hal-hal baru bisa dimasukkan dalam Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) di kampus Unsri. Diantaranya, pemahaman tentang fungsi kepolisian lainya di bidang lalu lintas dan hukum yang belum di sinergikan.
“Salah satu bentuk sinergitas itu tentang pemilihan mahasiswa Unsri, berdasarkan PP 58 Th 2010 bahwa jajaran penegakan hukum itu syaratnya sarjana,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, penegakan hukum Polda Sumsel diharapkan bisa diterima di Unsri sebagai memenuhi persyaratan administrasi Strata satu (S1).
“Memang ada beberapa hal di kolaborasikan untuk dikembangkan soal lalu lintas. Karena kurikulum itu masuk program Diknas dan bisa diaplikasikan di Kampus Unsri,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor Unsri Prof Anis Saggaf menambahkan, kunjungan Kapolda baru ke Unsri ini dalam rangka silaturahim. Tentunya, sudah dilakukan Kapolda sebelumnya. Intinya, antar lembaga itu menjalin tali silaturahmi baik dan saling support.
“Unsri sudah banyak dibantu Polda Sumsel, seperti tahun kemarin soal pengamanan kampus, tindakan kriminalitas dan terorisme. Sejak adanya kerjasama anak-anak mahasiswa kuliah merasa aman, nyaman dan aset Unsri terjaga dengan baik,” katanya.
Anis mengungkapkan, Unsri ada program pendidikan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk 4 (empat ) instansi pemerintah. Seperti Kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman dan Kodam II Sriwijaya.
“Kerjasama Unsri itu tidak lain menopang pemerintah yang berada disekitarnya. Risetnya tidak seperti dosen biasa dan sudah kita arahkan dosen pembimbing dan sudah berjalan,” bebernya.
Anis menuturkan, Kapolda Sumsel meminta pihak Unsri supaya ada mata kuliah pelajaran tentang kepolisian. Tujuannya, apabila ada mahasiswa lulus kuliah ingin masuk kepolisian tentunya mereka sudah mengetahui. Selain itu, tidak menanamkan ujar kebencian terhadap TNI -Polri, memberikan mata kuliah Pancasila, Agama, Kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia.
“Unsri akan menyiapkan beasiswa yang bentuknya untuk membayar UKT bukan beasiswa penuh. Nantinya, pengajar kita minta Pak Kapolda untuk menyanggupi Dir bidang hukum Polda,” pungkasnya. (Ocha)














