Scroll untuk baca artikel
google.com, pub-2546408695661880, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example floating
Example floating
NASIONALPENDIDIKAN

KPK Mengajar Sambangi SDK Delo, 149 Siswa Belajar Nilai Integritas

×

KPK Mengajar Sambangi SDK Delo, 149 Siswa Belajar Nilai Integritas

Sebarkan artikel ini

PORTALTERKINI.COM – JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke satuan pendidikan di daerah melalui program ‘KPK Mengajar’. Di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 149 siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Delo, Desa Delo, Kecamatan Wewewa Selatan, diajak mengenal dan mempraktikkan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari, Senin (10/8), sebagai investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi antikorupsi sejak usia dini.

Melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian anak, KPK menanamkan kejujuran dan keberanian sebagai nilai dasar yang dapat membentuk karakter sekaligus menjadi benteng awal terhadap perilaku koruptif. Edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman mengenai antikorupsi, tetapi diarahkan agar nilai integritas dapat diterapkan dalam kebiasaan sederhana di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Kami ingin mengingatkan kembali tentang kejujuran sebagai fondasi utama yang perlu ditanamkan sejak dini, disertai keberanian untuk bersikap benar. Karena pembentukan karakter sejak usia sekolah penting, agar integritas tidak sekadar dipahami sebagai pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi sikap dan kebiasaan yang melekat dalam kehidupan generasi mendatang,” ujar Kasatgas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio.

Menurutnya, pembangunan integritas tidak harus dimulai dari hal-hal yang kompleks, tetapi dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Di antaranya dengan berkata dan bertindak jujur, berani mengakui kesalahan, bertanggung jawab atas tugas, serta menghormati hak orang lain.

Medio menambahkan, kejujuran menjadi fondasi untuk membangun pribadi yang dapat dipercaya, sementara keberanian diperlukan untuk mempertahankan kebenaran, termasuk berani menolak tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi membentuk kebiasaan dan karakter yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam proses tersebut. Bersama keluarga dan lingkungan masyarakat, sekolah menjadi ruang penting untuk menanamkan kebiasaan positif sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keberanian, dan kepedulian.

Kehadiran KPK di SDK Delo, lanjut Medio, menjadi bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan antikorupsi hingga ke berbagai daerah. Upaya tersebut memastikan pesan integritas tidak hanya hadir di satuan pendidikan perkotaan, tetapi juga menjangkau anak-anak di daerah sebagai bagian dari pemerataan pendidikan karakter antikorupsi.

KPK berharap pengenalan nilai-nilai antikorupsi sejak bangku sekolah dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter kuat. Melalui pembiasaan sejak dini, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, serta memiliki keberanian untuk mempertahankan nilai yang benar.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dari pemberantasan korupsi yang tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pencegahan dan pembangunan budaya integritas. Prosesnya dimulai dari lingkungan terdekat dan kebiasaan sehari-hari, termasuk dari bangku sekolah.

 

Sumber: https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/kpk-mengajar-sambangi-sdk-delo-149-siswa-belajar-nilai-integritas

Example 120x600