Portalterkini.com – Diinisiasi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, rangkaian kegiatan pelestarian adat, tradisi, dan budaya yang dikemas apik dalam bentuk ceremony “Festival Budaya Kajang 4”, dilaksanakan secara terbatas dengan tetap mengedepankan, mengikuti dan mematuhi standar protokol kesehatan (Prokes) Penanganan Covid 19.
“Kegiatan kami laksanakan terbatas dan tetap mengikuti serta memberlakukan prokes ketat sesuai anjuran pemerintah dengan mempertimbangkan belum usainya masa pandemi” ujar Ketua Panitia Festival, Kamsuri Muslim, Kamis, (16/09) via whatsapp.
“Untuk pelaksanaan hari kedua, kegiatan akan dipantau dan dimonitor secara langsung oleh jajaran aparat Kepolisian dari Mako Polres Bulukumba”.
“Rangkaian acara festival budaya Kajang 4 hari kedua sendiri, akan diisi dan dimeriahkan dengan pelaksanaan lomba tari tradisional pa’bitte passapu dan angngaru”.
- Ombudsman Lampung Kirim SPDP Kepada DPP KAMPUD: Segera Periksa Ulin Nuha Kepala BPN Bandar Lampung
- Jalan Buntu Negosiasi: PT TRK Tuding PT Vale Pakai Lahan Tanpa Izin dan Beroperasi di Luar IUP
- Karyawan PT Konutara Sejati Meninggal di Mess, DPD KNPI Konawe Utara Desak Investigasi Transparan
- Minim Pengawasan dan Abaikan K3: Proyek PUPR Konawe Rp8,1 Miliar Disorot, Disebut Milik Oknum Anggota DPRD Kendari
- Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Hadirkan “Terima Kasih Sahabat” di Kota Kendari
“Kegiatan registrasi peserta mulai digelar pada sekira pukul 13.00 wita dengan melibatkan peserta yang tak lain merupakan penduduk asli Tanah Toa lama (Desa Toa), sebagai tuan rumah”.
“Selebihnya peserta berasal dari sembilan dusun yang terdiri atas empat desa yakni : Desa Pattiroang atau Galla Bantalang, Desa Maleleng atau Galla Maleleng, dan Desa Batunilamung”.
“Keempat desa tersebut merupakan pecahan dari Desa Tanah Toa sehingga disebut Tanah Toa lama”, terang Kamsuri kepada wartawan via sambungan telefon. (Andi Fadly Dg. Biritta)



































