Portalterkini.com – Konawe Selatan, Minggu,12/6/2022, sekitar Pukul 11.00 Wita. Dalam pantauan media ini, warga di Desa Buke Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan masih menekuni sebagai pengrajin atap Rumbia.
Saat dimintai keterangan, salah satu warga tersebut bernama Guu menjelaskan bahwa, “dalam satu hari ia mampu membuat atap rumbia hingga sampai lima puluh (50) lembar,” Ucap Guu
Menurut warga tetangga yang enggan diketahui namanya, ia juga mengatakan bahwa, ” setiap ada kegiatan baik di wilayah Desa Buke mereka sering datang membuat atap rumbia guna bergotong royong bersama – sama,” Katanya
- Proyek Kementerian PU Sebesar 12,96 Miliar di Konawe tidak Sesuai Spesifikasi Teknis, Meski Ganti Bendera Orang-orangnya Masih Tetap Sama
- Eksekusi Lahan 32 Hektar Ditunda, PB Al Washliyah Tegaskan Status Kepemilikan Sudah Inkracht
- DPD KNPI Konawe Utara Desak Kememterian ESDM Evaluasi PT GIP
- Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program
- Proyek APBN Rp12,96 Miliar di Langgonawe Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Padahal dalam Pendampingan Hukum Kejaksaan
Lanjut warga tetangga itu, Dalam membuat atap rumbia, bukan hanya di gunakan untuk keperluan rumah, tetapi bisa juga untuk diperjual belikan, dan memang sudah banyak yang sering datang membeli di luar Desa Buke.
Sementara itu Sekretaris Desa yang namanya tidak ingin di sebut, menurutnya dan ia menyatakan bahwa, atap rumbia sudah ada dari jaman para Leluhur sudah memakai atap rumbia. Dan perlu di lestarikan bahwa masyarakat sekarang ini masih mengunakan atap rumbia.
Masih kata Sekdes, Selain daunnya untuk digunakan sebagai atap pada umunya, masyarakat suku tolaki bisa juga batangnya di proses menjadi Sagu untuk di konsumsi pada masyarakat khususnya suku tolaki. Pungkasnya
Laporan : Amudin







