Portalterkini.com – Konawe Selatan, Minggu,12/6/2022, sekitar Pukul 11.00 Wita. Dalam pantauan media ini, warga di Desa Buke Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan masih menekuni sebagai pengrajin atap Rumbia.
Saat dimintai keterangan, salah satu warga tersebut bernama Guu menjelaskan bahwa, “dalam satu hari ia mampu membuat atap rumbia hingga sampai lima puluh (50) lembar,” Ucap Guu
Menurut warga tetangga yang enggan diketahui namanya, ia juga mengatakan bahwa, ” setiap ada kegiatan baik di wilayah Desa Buke mereka sering datang membuat atap rumbia guna bergotong royong bersama – sama,” Katanya
- Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Puuwatu Kota Kendari Disorot, Formades Sultra Siap Lapor ke Bareskrim Polri
- Data Final Bertambah Jadi 45 Orang, Perjuangan Eks Penyuluh Pertanian Musi Rawas Kian Mendekati Titik Terang
- Aksi KDKMP Pandeglang Diwarnai Ketegangan Terkait Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Transparansi
- Negara Rugi Miliaran: 17 Eksavator Barang Bukti Sitaan Negara Diduga Dikeluarkan Tanpa Lelang Resmi, LSM GMBI: “Akan kami koordinasi dengan Pusat serta Mengawal Kasus ini”
- Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Sultra tanpa Penindakan, GMBI Sultra: Sorot Bea & Cukai
Lanjut warga tetangga itu, Dalam membuat atap rumbia, bukan hanya di gunakan untuk keperluan rumah, tetapi bisa juga untuk diperjual belikan, dan memang sudah banyak yang sering datang membeli di luar Desa Buke.
Sementara itu Sekretaris Desa yang namanya tidak ingin di sebut, menurutnya dan ia menyatakan bahwa, atap rumbia sudah ada dari jaman para Leluhur sudah memakai atap rumbia. Dan perlu di lestarikan bahwa masyarakat sekarang ini masih mengunakan atap rumbia.
Masih kata Sekdes, Selain daunnya untuk digunakan sebagai atap pada umunya, masyarakat suku tolaki bisa juga batangnya di proses menjadi Sagu untuk di konsumsi pada masyarakat khususnya suku tolaki. Pungkasnya
Laporan : Amudin















