Portalterkini.com, – Pandeglang – Banten | Puluhan mobil bermuatan material batu yang melintas di jalan raya Cikeusik – Munjul dan jalan raya Picung – Munjul Sangat dikeluhkan warga masyarakat dan pengguna jalan. kerena mobil dengan muatan material batu yang dirasa terlalu penuh bahkan muatan tersebut tidak ditutupi terpal untuk Keamanan, agar material batu tidak jatuh di jalan raya yang akan mengakibatkan kecelakaan dan membahayakan bagi masyarakat pengguna jalan. 01/092022
Dikatakan salah satu penguna jalan sekaligus warga masyarakat sekitar risi dengan mobil – mobil bermuatan material batu selain sering ngebut, muatanya pun terlalu penuh dan tidak ditutupi terpal untuk pengaman. ucap Ade N kepada wartawan.
“takutnya jatuh kejalan raya dan mencelakai masyarakat dan pengguna jalan,”
“Sementara itu salah satu pengemudi yang dapat ditemui dan dikonfirmasi berinisial TR kalau tidak Banyak atau penuh muatannya kami tekor pak mengingat upah atau ongkos dihitung tonaseu yang dihargai per ton sebesar Rp. 36.000,” Ujarnya
“dari mana penghasilan kami bila mana tidak mengangkut material batu sebanyak banyaknya. apalagi setoran sewa mobil sekarang perbulan lumayan sebesar ditambah lagi untuk perawatan kendaraan tipis sekali penghasilan kami.
- Dituding Takut Copot Kades GD, Marwah Bupati Madina Dipertaruhkan
- DPP LBH MRI Resmi Surati Mabes Polri, Minta Supervisi Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Banggai
- KKN Kelompok 13 UNMA Banten Sosialisasikan Literasi Digital di SMP Islam Darusalam
- Kuasa Hukum Wartawan Nasionalinfo.com Resmi Laporkan CEO PT Jaya Nikel Pacific ke Polres Kolaka
- Benarkah Status Jabatan Menjadi Tameng Kekebalan Hukum ?, Surat Perintah Penahanan Kejati Sultra Terhadap Bupati Bombana Selama 20 Hari Dipertanyakan
“Sementara itu salah satu humas perusahan tambang penyedia material batu saat dikonfirmasi mengatakan Semua pengemudi sudah di kasih tau ka bahkan sudah di kasih selebaran kertas berupa himbauan kepada setiap pengurus armada dan pengemudi tetapi mereka tidak menghiraukan nya. ungkapnya
“Seharusnya itu menjadi tanggung jawab setiap pemilik armada atau pengemudi, cuma susah para supir di kita mah dikasih himbauannya (garati lah supir di bere nyaho na apal meren supir2 di urang ka ade) jelasnya. (Tim)












































