Portalterkini.com – Sulsel, Keragaman suku, adat-istiadat, tradisi, dan transformasi budaya menjadi magnet berdaya pikat luar biasa yang menarik untuk disusuri dan diikuti, saat langkah kaki, berkesempatan menapak di kota Bumi Tanadoang, Sulawesi-Selatan.
Kota berhias, hamparan pasir putih serta garis pantai yang membentang dan memanjang dari arah utara Pelabuhan Ferry Pamatata sampai ke penghujung selatan Desa Appa tanah, di Kecamatan Bontosikuyu.
Pesona gugusan hijau pulau kosong tak berpenghuni dengan daya dukung panorama alam pohon kelapa yang tumbuh rapi dan berderet di sepanjang bibir pantai Pelabuhan Pamatata, Kecamatan Bontomatene merupakan suguhan pemandangan awal yang akan dinikmati oleh setiap pasang mata, saat berlayar dari kota Bulukumba, menuju kota penghasil jeruk manis di selatan Provinsi Sulsel.
Tak hanya keindahan pantai dan panorama alam laut.
Akan tetapi, pengunjung juga ditantang untuk menyusuri lebih dalam keragaman tradisi, budaya, bahasa, dan adat istiadat masyarakat Desa Pamatata.
Alla’bai dan atau Apparasili, merupakan sebutan untuk tradisi turun temurun yang sampai detik ini masih terus dipupuk, dipelihara, dan dilestarikan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Desa Pamatata.
- Tajam Musnahkan Rokok Ilegal, Tumpul Ungkap Jaringan Distributor, Bea Cukai Kendari Disorot
- Bank Sultra Salurkan Bantuan CSR senilai Rp635 Juta di Empat Kabupaten
- Proyek Kementerian PU Sebesar 12,96 Miliar di Konawe tidak Sesuai Spesifikasi Teknis, Meski Ganti Bendera Orang-orangnya Masih Tetap Sama
- Eksekusi Lahan 32 Hektar Ditunda, PB Al Washliyah Tegaskan Status Kepemilikan Sudah Inkracht
- DPD KNPI Konawe Utara Desak Kememterian ESDM Evaluasi PT GIP
Rangkaian upacara adat apparasili digelar sebagai bagian tak terpisahkan dari upacara dan ritual pelepasan jenazah keluarga atau sanak saudara terdekat yang sementara menyongsong pertemuannya dengan Sang Pencipta.
Prosesi bakar dupa, atau kemenyam yang disertai dengan kumandang adzan menjadi awal pelaksanaan tradisi apparasili.
Prosesi siraman di dalam rumah dengan menggunakan air dan alat bantu dedaunan, menutup rangkaian tradisi apparasili dan atau allabai, sebutan dalam dialek bahasa Selayar.
Akurat & Terpercaya
Selain rangkaian tradisi apparasili, Desa Pamatata juga tercatat memiliki dan menyimpan sederet keragaman serta bentuk-bentuk keunikan lain yang menarik untuk disusuri.
Desa paling utara Kabupaten Kepulauan Selayar yang masih terus melestarikan tradisi penggunaan keranda untuk mengusung jenazah ke pemakaman.
Kesan unik lain, dapat dijumpai perbedaan cara masyarakat, saat membawa dan mengantar baru nisan ke lokasi pemakaman.
Kesan kearifan lokal budaya sangat kontras ditunjukkan warga yang sengaja mengemas dan membungkus batu nisan dengan menggunakan kain sarung panjang.
Sebuah bentuk simbolisasi penghargaan dan penghormatan terakhir untuk keluarga yang tertimpa musibah kematian dan atau dengan kata lain meninggal dunia. (Andi Fadly Dg. Biritta)






