Portalterkini.com, Palembang – Banjir bandang yang menerjang beberapa titik di Kota Batu dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (4/11/21) kemarin mulai surut. Namun, laporan yang diterima ACTNews dari tim Masyarakat Relawan Indonesia-ACT Malang, lumpur dan sisa-sisa material banjir masih memenuhi ruas-ruas jalan di daerah terdampak
Dimana saat ini kondisi sisa material banjir menyebabkan ratusan pengungsi belum mampu kembali ke rumahnya. Mereka memilih untuk menetap di sejumlah posko pengungsian. Daerah Klojen salah satunya, ada sekitar 194 warga yang mengungsi karena rumahnya belum aman akibat dampak banjir bandang. Tercatat sebanyak 13 orang meninggal dunia, dan 9 orang masih dinyatakan hilang.
Melihat kondisi tersebut, ACT bersama relawan muda Sumsel menggelar aksi kepedulian untuk mengajak masyarakat bersama membantu warga penyintas banjir Malang. Selain itu, beberapa influencer, Komunitas, Sekolah, Masjid dan masyarakat umum lainnya, siap memberikan dukungan dan bantuan terbaik.
“Jadi tim ACT, relawan dan masyarakat yang ada di Sumsel dalam hal ini tetap memiliki andil yang sangat besar. Meskipun tidak dapat terjun langsung ke lokasi, partisipasi mereka melalui aksi solidaritas ini tentunya akan menjadi penguat bagi para penyintas yang terdampak banjir disana,” kata dia
Berdasarkan laporan terkini tim ACT dan relawan yang berada di lapangan, banyak sekali rumah yang masih terendam lumpur tebal dan sulit diakses. Banyak fasilitas milik warga seperti rumah, bangungan yang hancur. Beberapa rumah juga ada yang jebol usai diterjang banjir.
- Kritik Keras, Sekum KOMDA GOJUKAI Sultra: Penentuan Atlet Kejurnas Kontingan FORKI Sultra Tertutup
- Pulau Kecil Laburako di Kolaka Diduga Jadi Tempat Aktivitas Ilegal Mining, PT BPS Dituding Ikut Terlibat
- Plt Bupati Koltim Yosep Sahaka Sambut Positif Kehadiran PJI
- Distribusi dan Biaya Tak Terduga Menjadi Alasan Penjualan Pupuk Subsidi Diata HET
- Organisasi Karate Sultra Butuh Pembenahan, Gojukai Sultra Sensei Jafarudin Soroti Kondisi FORKI Sultra
Aksi Solidaritas yang digelar di Simpang V DPRD pada hari ini (5/11/21) bersama relawan dan komunitas pemuda sumsel, merupakan aksi awalan yang dilaksanakan sebagai bentuk respon cepat terhadap bencana yang terjadi. Selanjutnya, ACT masih terus membuka kolaborasi bagi komunitas maupun mitra yang ingin berkontribusi bersama dalam aksi tersebut.
Hening menambahkan, musim penghujan yang diperkirakan akan terus terjadi selama bulan November hingga awal tahun depan memang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Untuk itu ACT dan MRI di wilayah Sumsel pun saat ini terus bersiap siaga, apabila sewaktu-waktu bencana terjadi di daerah lainnya.(Ocha)

















