Portalterkini.com, Palembang – Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang (PPPKP) dan para pedagang pas Kuto. Menggelar aksi menolak pasar kuto yang berada di Jalan Slamet Riyadi 3 Ilir Palembang dikelola pihak ketiga.
Yang di dukung oleh para pedagang lainnya yaitu Alex kusuma, Didi pedagang ikan, Subur pedagang ikan giling, Ali pedagang kopi, Sam pedagang ikan giling, Sri pedagang sayur, Sena pedagang ikan patin, Junaidi gilingan ikan,Andi pedagang daging, Toto manisan dan pedagang lainnya.
Ketua PPPKP Alex Syamsudin di dampingi M Rendi Suriansyah Bendahara Penguyuban Pasar Kuto, Beni wakil bendahara dan Lukman Penasehat PPPKP saat orasi di Pasar Kuto Palembang, mengatakan Kami minta Pasar Kuto ini dikelola oleh PD Pasar Palembang dan tak dikelola pihak ketiga,” saat diwawancarai di pasar Kuto jalan Slamet Riyadi 3 ilir, Sabtu (20/11/2021)
Alex menuturkan, sejak pasar dikelola PT GTP kondisi Pasar Kuto makin memperihatinkan. Bahkan banyak kerusakan yang terjadi sehingga menganggu aktifitas pedagang dan pembeli. Namun pihak pengelola seperti tidak memperhatikan hal itu.
- Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Puuwatu Kota Kendari Disorot, Formades Sultra Siap Lapor ke Bareskrim Polri
- Data Final Bertambah Jadi 45 Orang, Perjuangan Eks Penyuluh Pertanian Musi Rawas Kian Mendekati Titik Terang
- Aksi KDKMP Pandeglang Diwarnai Ketegangan Terkait Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Transparansi
- Negara Rugi Miliaran: 17 Eksavator Barang Bukti Sitaan Negara Diduga Dikeluarkan Tanpa Lelang Resmi, LSM GMBI: “Akan kami koordinasi dengan Pusat serta Mengawal Kasus ini”
- Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Sultra tanpa Penindakan, GMBI Sultra: Sorot Bea & Cukai
“Banyak atap bocor, kami gotong royong perbaiki atapnya. Melihat kami gotong royong, PT Ganda Tata Prima (GTP) ikut bantu perbaikan atap pasar juga karena mereka idak lemak dengan kami,” ungkapnya.
Selain permasalahan atap bangunan pasar, para pedagang juga mengeluhkan kondisi saluran got yang mampet. Namun lambannya kinerja pihak pengelola membuat para pedagang kesal hingga membersihkan sendiri.
” Serta kami bersihkan sendiri got nya agar tidak parah semuanya, kami lakukan secara gotong royong dengan pedagang menggunakan uang sumbangan kami sendiri. Harusnya pihak pengelola profesional,” pungkasnya (Ocha)















