Portalterkini.com – Pemerintah Kabupaten Konawe Genjot pembangunan infrastruktur daerah. Salah satunya adalah pembangunan jembatan di Kelurahan Meluhu. Namun sayangnya proyek tersebut diduga tidak sesuai Petunjuk Teknis (Juknis).
Dalam pantauan media ini saat melakukan investigasi, proyek pembangunan jembatan di Kelurahan Meluhu, Kabupaten Konawe menuai polemik. Pasalnya, pemasangan pondasi yang berfungsi sebagai penahan beban diduga sengaja dirubah menggunakan cincin sumur. Sementara cincin sumur telah kita ketahui tidak menggunakan besi. Dan hal itu diduga pemerintah dinas terkait menutup mata dan diduga melakukan pembiaran. Sabtu, 20/11/2021
Selain itu, proyek jembatan tersebut juga diduga menggunakan material besi yang tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi syarat sesuai dengan perencanaannya yang tertuang didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bahkan belum lama selesai kerjakan sesuai dengan kontrak jembatan tersebut terlihat tidak akan bertahan lama. Selain itu juga, jembatan tersebut diduga tidak dikerjakan sampai selesai atau tahap Finishing.
Anggaran Proyek jembatan itu sebesar Rp. 895.719.000 dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 lalu, yang dikerjakan oleh CV. Geometri Engineer.
Lebih jelasnya, Proyek jembatan itu dikerjakan sejak tanggal 25 Agustus sampai dengan tanggal 22 Agustus Tahun 2020. Proyek tersebut terletak di Jalan Poros Meluhu, Kelurahan Meluhu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.
- Ketua PW KAMMI Sumut Mengimbau Penyampaian Aspirasi Harus Jaga Ketertiban
- Kapolri Listyo Sigit Prabowo Diminta Tolak Upaya Banding PTDH Kompol DK
- Demo di Kementerian ESDM untuk Mengevaluasi Seluruh Dokumen dan Tidak Keluarkan RKAB PT ST Nikel
- Abdur Rajab Saputra Pimpin Ketua Harian DPP GPM, Rasmin Jaya : Spirit Baru Marhaenis Sultra di Nasional
- Polres Kolaka Amankan Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Hingga Meninggal Dunia
Menurut sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya di media ini, ia mengatakan Pembangunan proyek jembatan di Kelurahan Meluhu memang benar bahwa telah menggunakan cincin sumur, selain itu, ia juga menyatakan pekerjaan tersebut juga menggunakan besi yang diduga tidak sesuai Juknis.
“Iya memang benar, proyek jembatan itu memakai cincin sumur dan juga menggunakan besi yang diduga tidak sesuai Juknis,” ucap sumber terpercaya itu
Sampai berita ini ditayangkan, media ini belum menkonfirmasi kepada pihak dinas terkait karena jarak yang cukup jauh, dan media ini tidak memiliki nomor yang bisa di hubungi untuk klarifikasi kepada yang dinas terkait dan pihak rekanan kontraktor.














