PORTALTERKINI.COM – KONAWE, – Proyek Rekonstruksi Talud Penahan Tanah/Tebing di Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Ambruk Parah, ternyata proses perencanaannya menggunakan dengan metode kearifan lokal.
Persoalan tersebut telah diberitakan sebelumnya dengan judul, “Ambruk Parah: Proyek BPBD APBN Hibah di Kecamatan Anggalomoare Ancam Keselamatan Siswa”.
Saat dikonfirmasi (25/06), Kepala Bidang BPBD Konawe menyampaikan bahwa sebelumnya ia telah menerima informasi dari berbagai lembaga maupun media terkait persoalan tersebut.

Bahkan, terkait pekerjaan tersebut pihaknya telah melakukan investigasi dilapangan pada saat kejadian bencana itu terjadi.
“Kalau persoalan kenapa cepat rusak, jangankan itu, sementara pelaksanaan pekerjaan saja bisa saja terjadi, kita tidak bisa apa-apa, kita ini hanya manusia biasa, dan perlu penanganan khusus yang seperti itu,” ucap Kabid melalui telefon whatsapp Kepala BPBD Konawe, Herianto Pagala, Kamis (25/06).
Tidak hanya itu, kepada media ini ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, baik kecamatan, desa bahkan pihak sekolah maupun Dinas PUPR Konawe.

“Jadi persoalan yang ada dilapangan perlu penanganan khusus dan melibatkan beberapa sektor, seperti salah satunya geotehnik kelongsoran lereng gunung,” katanya.
Sangat disayangkan, Kepala Bidang tersebut menyampaikan bahwa perencanaan pekerjaan yang ada dilapangan ternyata dari hasil perencanaan yang dilakukan dengan metode kearifan lokal. Meskipun, Kabid BPBD Konawe tidak menjelaskan secara detail maksud dari perencenaan metode kearifan lokal.

Sungguh ironis, tetapi itulah manusia biasa seperti apa yang disampaikan sebelumnya kepada media ini.
Dalam pantauan media ini dilokasi kejadian, proyek tersebut perlu dilakukan pemeriksaan secara detail, baik itu pengecekan dan pemeriksaan kualitas maupun kuantitas pekerjaan tersebut. Bahkan kondisi dilapangan sangat membahayakan bagi siswa maupun bangunan gedung sekolah, jika tidak segera dilakukan penanganan.
Selain itu, Polres Konawe maupun Kejaksaan perlu menindaklanjuti kasus tersebut, apakah sudah sesuai mutu kualitas dan kuantitas yang tertuang didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Terakhir, Konstruksi talud ini dikerjakan oleh CV. Cipta Karya Selaras dengan pagu anggaran sebesar Rp830.173.000,00, yang bersumber dari APBN Hibah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tahun 2024.
Sampai berita ini ditayangkan, redaksi media belum menkonfirmasi langsung dan meminta tanggapan resmi dari kontraktor pelaksana, yakni CV. Cipta Karya Selaras.
Tetapi redaksi media ini akan terus mencari dan berusaha menkonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.














