Portalterkini.com, – Palembang – Pengumuman kelulusan siswa SMP di Palembang akan dilaksanakan pada 15 Juni 2022. Pengumuman dimulai sore hari menjelang magrib untuk menghindari aksi konvoi dijalan.
Hal tersebut diungkapkan Kasi Kurikulum Disdik Palembang Maju Simanjuntak saat diwawancarai dikantornya, Kamis (9/6/2022).
Maju Simanjuntak mengatakan, pengumuman kelulusan SMP dilaksanakan serentak se Indonesia pada 15 Juni 2022. “Pengumuman kelulusan SMP juga dilaksanakan pada tanggal 15 Juni pada sore hari menjelang magrib. Itu bertujuan untuk menghindari euforia yang berlebihan dari siswa, ” ujarnya.
“Kita tidak ingin siswa melakukan aksi coret-core baju, fasilitas umum dan konvoi di jalanan. Pengumuman pada sore hari menjelang magrib itu sudah dilakukan dari tahun lalu, itu sebagai antisipasi konvoi dalam menghadapi kelulusan, ” tambah Maju.
Lebih lanjut Maju menuturkan, pihaknya juga sudah menghimbau sekolah agar ini betul-betul diterapkan dengan baik sekolah negeri dan swasta. “Kita berharap siswa mewujudkan keberhasilan lulus dari SMP dengan hal positif. Karena ini tahap awal, mereka harus konsentrasi untuk melanjutkan kejenjang SMA atau SMK,” katanya.
- Dituding Takut Copot Kades GD, Marwah Bupati Madina Dipertaruhkan
- DPP LBH MRI Resmi Surati Mabes Polri, Minta Supervisi Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Banggai
- KKN Kelompok 13 UNMA Banten Sosialisasikan Literasi Digital di SMP Islam Darusalam
- Kuasa Hukum Wartawan Nasionalinfo.com Resmi Laporkan CEO PT Jaya Nikel Pacific ke Polres Kolaka
- Benarkah Status Jabatan Menjadi Tameng Kekebalan Hukum ?, Surat Perintah Penahanan Kejati Sultra Terhadap Bupati Bombana Selama 20 Hari Dipertanyakan
Oleh sebab itu, sambung Maju, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pejabat Dinas terkait untuk mengawasi sekolah-sekolah.
“Jika masih kedapatan maka ada sanksi untuk sekolah. Bahkan jika sudah mengganggu dan berlebihan sanksi bisa diberikan ke siswanya. Kita sudah meminta sekolah untuk mengawasi siswanya, agar kelulusan ini disikapi dengan bijaksana tanpa euforia berlebihan, ” bebernya.
Bahkan, sambung Maju, pihaknya sudah menghimbau kesekolah siswa tidak melakukan aksi coret-coret baju. “Bagi baju seragam yang masih layak pakai, dapat dikumpulkan lewat OSIS. Untuk kemudian diberikan kepada siswa yang membutuhkan. Itu lebih bermanfaat, dan sesuai dengan pengembangan karakter belajar Pancasila, ” pungkasnya. (Ocha)












































