Portalterkini.com – Bulukumba – Masa pandemi covid 19 yang tak berujung, tidak menjadi batu sandungan bagi para pemerhati wisata, budayawan, dan seniman untuk terus berimprovisasi menggelorakan semangat pelestarian tradisi, adat dan budaya daerah sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang harus tetap dipupuk, dan dipertahankan dari generasi ke generasi.
Hal tersebut dituangkan panitia festival budaya Kajang 4 bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kecamatan Kajang dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, lewat pagelaran lomba tarian tradisional topi le’leng dan rupama.
Ketua panitia pelaksana Kamsuri Rahman mengutarakan, “tarian tradisional topi le’leng dan rupamu merupakan salah satu bentuk kekayaan khasanah budaya serta kesenian, tradisional suku Kajang yang sengaja diketengahkan, pada hari Jum’at, (17/09), bertepatan dengan hari ketiga pelaksanaan acara festival”.
- Jembatan untuk Rakyat, Tapi Lahan Rakyat Dirusak pada Pelaksanaan Proyek Polo 13,5 Miliar
- Polemik Talud Lakalamba Memanas, Kontraktor Tuding Foto AI, GMBI Desak Uji Forensik dan Audit Konstruksi
- Kejati Sultra Diminta Lakukan Penyelidikan Serta Pemanggilan dan Pemeriksaan Terkait Penjualan Nikel PT Lawaki Tiar Raya 2 Tahun Berturut-turut Diduga Tanpa RKAB
- Membuka Kotak Pandora Rp112,4 Miliar Alsintan di Sultra: Ke Mana Jejak 3.092 Unit Bantuan Negara?
- Dukung Rencana Pascatambang PT GIP, Sekjen DPP JPKP Nasional Ingatkan Dampak Lingkungan dan Kelestarian Danau Rano
“Lomba rupamu digelar dalam rangka untuk menyegarkan dan menyampaikan petikan catatan sejarah masa lampau yang konsepnya didesign menyerupai cerita dongeng”. (Andi Fadly Dg. Biritta)












































