Portalterkini.com, Palembang – Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli meninjau pembagian bansos PPKM unit Siguntang dan unit Jakabaring di Kelurahaan 3/4 Ulu, Seberang Ulu I Palembang, Selasa (25/1/2022).
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs. Syaiful Padli mengatakan, Bantuan ini sempat dikeluhkan oleh banyak warga karena telat mengurus administrasi yang waktunya sangat cepat. Sehingga warga banyak yang telat melakukan pencairan sekaligus menyebabkan pihak bank tidak bisa mencairkan bantuan tersebut.
” Namun setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan pihak Bank BRI, BNI dan Mandiri dan juga menemui pihak Kemensos, akhirnya pada hari ini bantuan tersebut bisa disalurkan. Alhamdulillah Pagi ini melihat pembagian bansos PPKM unit siguntang dan unit Jakabaring di Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1,” katanya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni Lurah 3/4 Ulu, Petugas dari Bank BRI dan dari TKSK, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi.
Menurut Syaiful, ” sebelumnya bantuan yang belum tersalurkan sebesar hampir Rp 12 miliar. Namun saat ini kata dia, masyarakat sudah bisa menikmati bantuan tersebut. Alhamdulillah masyarakat hari ini sudah bisa menikmati bantuan tersebut,” tuturnya.
- Aksi KDKMP Pandeglang Diwarnai Ketegangan Terkait Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Transparansi
- Negara Rugi Miliaran: 17 Eksavator Barang Bukti Sitaan Negara Diduga Dikeluarkan Tanpa Lelang Resmi, LSM GMBI: “Akan kami koordinasi dengan Pusat serta Mengawal Kasus ini”
- Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Sultra tanpa Penindakan, GMBI Sultra: Sorot Bea & Cukai
- Dugaan Investasi Bodong Kasus Hukum Korban Berikan Apresiasi Polres Lubuklinggau Bertindak Profesional
- Nurkholis Pimpin Kepengurusan Baru Partai Golkar Kecamatan Negara Batin Melalui Muscam
Menurut Syaiful bantuan yang disalurkan untuk penerima yakni Rp 1,2 juta per orang. Adapun bantuan tersebut di Sumsel menerima sebanyak 118.922 keluarga penerima manfaat (PKM) dengan total Rp 23,7 miliar yang akan disalurkan.
” Namun kemarin sempat terjadi gagal salur mencapai Rp 11,9 miliar. Namun setelah pihaknya panggil pihak bank dan bertemu Kementerian Sosial akhirnya bantuan tersebut bisa cair. Bantuan ini hanya cair sekali,” pungkasnya (Ocha)














