PORTALTERKINI.COM – KONAWE — Proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp1,9 miliar, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah material bangunan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Temuan tersebut diperoleh Redaksi Portal Terkini saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada 20 Oktober 2026. Hasil pemantauan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan serta efektivitas pengawasan selama proses pekerjaan berlangsung.
Material Hollow 3×3 Cm dan Kayu Sengon Jadi Sorotan
Berdasarkan hasil pemantauan redaksi, pada bagian rangka plafon ditemukan penggunaan besi hollow berukuran 3 x 3 sentimeter yang tampak polos tanpa merek. Selain itu, ditemukan pula penggunaan material kayu sengon berukuran 5 x 10 sentimeter.
Penggunaan material tersebut perlu diklarifikasi dan diperiksa secara teknis untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi dalam dokumen perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta petunjuk teknis pelaksanaan proyek.
Ukuran material semata belum cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi. Pemeriksaan juga perlu mencakup ketebalan besi hollow, mutu material, jenis kayu, kondisi fisik, fungsi konstruksi, serta persyaratan teknis yang tercantum dalam dokumen pekerjaan.
Namun, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan bahwa material yang digunakan tidak memenuhi spesifikasi kontrak atau ketentuan teknis yang berlaku, kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku demi menjaga mutu dan keamanan bangunan.
P2SP dan Fungsi Pengawasan Perlu Diklarifikasi
Temuan tersebut turut menyoroti pelaksanaan tugas Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang terlibat dalam pelaksanaan proyek di SMP Negeri 2 Wonggeduku.
Pertanyaan juga mengarah pada fungsi pengawasan, termasuk peran pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe sesuai kewenangan masing-masing. Pengawasan yang efektif diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan penggunaan anggaran negara.
Dengan nilai proyek mencapai Rp1,9 miliar, transparansi pelaksanaan dan keterbukaan terhadap pemeriksaan menjadi hal penting. Pihak terkait perlu memberikan penjelasan mengenai spesifikasi material yang dipersyaratkan, mekanisme pemeriksaan kualitas, serta pihak yang bertanggung jawab memastikan kesesuaian hasil pekerjaan.
Redaksi menilai klarifikasi tersebut penting agar dugaan yang muncul di lapangan dapat diuji berdasarkan dokumen dan hasil pemeriksaan teknis, bukan sekadar asumsi.
Dinas Pendidikan Konawe Didesak Turun ke Lapangan
Atas temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe diminta segera melakukan pemeriksaan langsung bersama pihak teknis yang berkompeten terhadap pekerjaan revitalisasi SMP Negeri 2 Wonggeduku.
Pemeriksaan diharapkan tidak hanya berfokus pada material rangka plafon dan kayu, tetapi juga mencakup kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta kualitas hasil pembangunan secara keseluruhan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak yang berwenang perlu memerintahkan tindak lanjut sesuai ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku. Jika diperlukan pembongkaran atau penggantian material, keputusan tersebut hendaknya didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah ini penting agar anggaran negara yang dialokasikan untuk peningkatan sarana pendidikan benar-benar menghasilkan bangunan yang memenuhi standar mutu, aman digunakan, dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
Hak Jawab dan Klarifikasi Tetap Terbuka
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Portal Terkini belum berhasil memperoleh konfirmasi langsung dari Kepala SMP Negeri 2 Wonggeduku maupun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe terkait temuan tersebut.
Penjelasan mengenai spesifikasi material yang dipersyaratkan, mekanisme pengawasan, serta tanggapan atas hasil pemantauan di lapangan masih diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat.
Redaksi Portal Terkini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah, P2SP, Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, maupun pihak terkait lainnya guna memastikan pemberitaan tetap berimbang dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.







