Scroll untuk baca artikel
google.com, pub-2546408695661880, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example floating
Example floating
BISNISEKONOMI

Dukung Rencana Pascatambang PT GIP, Sekjen DPP JPKP Nasional Ingatkan Dampak Lingkungan dan Kelestarian Danau Rano

×

Dukung Rencana Pascatambang PT GIP, Sekjen DPP JPKP Nasional Ingatkan Dampak Lingkungan dan Kelestarian Danau Rano

Sebarkan artikel ini

 

PORTALTERKINI.COM – JAKARTA, Pelaksanaan agenda Konsultasi Publik Rencana Pascatambang (RPT) PT Geomineral Inti Perkasa (GIP) yang diselenggarakan di Hotel Oheo, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, mendapat respons positif. Dukungan penuh secara resmi mengalir dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Nasional.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Woroagi, Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP JPKP Nasional di Jakarta. Sebagai seorang putra daerah asli Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berdomisili di bumi anoa, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan informasi yang dilakukan melalui forum konsultasi tersebut. Menurutnya, forum ini sangat penting dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengetahui secara transparan komitmen korporasi sebelum masa Izin Usaha Pertambangan (IUP) berakhir.

Woroagi menegaskan bahwa langkah PT Geomineral Inti Perkasa dalam memaparkan rencana pemulihan lingkungan dan tata ruang merupakan contoh tata kelola yang baik. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa kehadiran investasi di Kecamatan Asera harus tetap mengedepankan perlindungan lingkungan hidup yang ketat.

Dukungan ini hadir murni sebagai bentuk tanggung jawab moral saya selaku putra daerah Sulawesi Tenggara. Kami di JPKP Nasional sama sekali tidak menolak hadirnya investasi. Kami memahami bahwa masuknya modal dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Konawe Utara,” ujar Woroagi pada Kamis (16/7/2026).

Lebih lanjut, Woroagi memaparkan sejumlah dampak positif yang diharapkan dapat terwujud secara riil dari komitmen pascatambang PT GIP ini, di antaranya:
Jaminan Keselamatan Ekologis: Adanya kepastian hukum dan teknis bahwa lahan bekas galian nikel akan dipulihkan secara total, sehingga meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor bagi masyarakat Konawe Utara.
Pemberdayaan Wilayah Andowia: Sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda strategis, wilayah ini berpeluang menjadi titik awal pemulihan wilayah yang terstruktur.
Transformasi Lahan Pascatambang: Mengubah area utama fokus operasional konsesi tambang nikel di Kecamatan Asera kembali menjadi kawasan produktif yang aman dan bernilai guna bagi kesejahteraan generasi masa depan.

Di sisi lain, Woroagi juga memberikan peringatan keras mengenai potensi dampak negatif yang fatal jika dokumen rencana pascatambang ini hanya menjadi pelengkap administratif semata tanpa realisasi yang konkret di lapangan.

Ia menyoroti kawasan hulu sungai yang memiliki fungsi ekologis sangat vital sebagai daerah tangkapan air bagi masyarakat di Kecamatan Asera, Kota Wanggudu, hingga wilayah sekitarnya.

Yang kami perjuangkan secara tegas adalah agar sumber air bersih masyarakat tetap aman dan kawasan hutan Danau Rano tetap terjaga. Ketika terjadi pembiaran atau kerusakan lingkungan di hulu sungai akibat aktivitas tambang, maka kita tinggal menghitung mundur kehancuran Kota Wanggudu dan sekitarnya,” tegas Woroagi.

Menurutnya, ancaman hilangnya sumber air, penggundulan hutan, serta rusaknya keseimbangan ekosistem Danau Rano akan menjadi warisan buruk bagi anak cucu jika tidak dimigitasi sejak dini. “Jangan sampai kita hanya memperoleh manfaat ekonomi dalam jangka pendek, tetapi mengorbankan penopang kehidupan utama masyarakat Konawe Utara dalam jangka panjang,” pungkas Sekjen DPP JPKP Nasional tersebut.

Melalui pengawalan ketat dari lembaga JPKP Nasional serta partisipasi aktif warga, agenda pascatambang PT GIP ini diharapkan melahirkan komitmen riil demi mewujudkan prinsip pembangunan berkelanjutan di bumi Konawe Utara.

Example 120x600