PORTALTERKINI.COM – PANDEGLANG, – Forum PPPK Paruh Waktu Kabupaten Pandeglang menyatakan rencana untuk ikut serta dalam aksi yang digagas Forum PPPK Paruh Waktu Nasional Indonesia di Jakarta pada September 2026. Aksi tersebut rencananya digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan sejumlah titik lainnya di Jakarta.
Rencana aksi tersebut menjadi wadah bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Pusat terkait kepastian status, kesejahteraan, serta berbagai persoalan yang masih dihadapi para PPPK Paruh Waktu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber, keikutsertaan Forum PPPK Paruh Waktu Kabupaten Pandeglang dalam aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan PPPK Paruh Waktu di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki persoalan dan aspirasi serupa.
Namun, rencana tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari seluruh kalangan PPPK Paruh Waktu di Pandeglang.
Salah seorang guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Pandeglang menyampaikan pandangan berbeda. Ia mengaku secara pribadi kurang sepakat apabila perjuangan untuk memperoleh kepastian dan menyampaikan aspirasi lebih banyak ditempuh melalui aksi demonstrasi.
Menurutnya, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Namun, sebagai seorang guru sekaligus abdi negara, ia menilai masih terdapat berbagai bentuk perjuangan lain yang dapat dilakukan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Perjuangan sebagai abdi negara, walaupun hanya sebatas PPPK paruh waktu, bukan hanya sekadar melakukan aksi demonstrasi. Masih banyak hal-hal kecil yang dapat kita laksanakan dan berdampak besar bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai seorang guru, dirinya secara pribadi merasa kurang nyaman apabila tuntutan dan keinginan disampaikan hanya melalui aksi massa.
“Secara pribadi, sebagai guru, jujur saya malu jika keinginan dan permintaan diekspresikan dengan cara melakukan aksi massa atau demo. Kita bisa melihat dari sudut pandang lain. Masih banyak kelompok masyarakat Indonesia yang termarjinalkan dan belum tersentuh oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” lanjutnya.
Meski demikian, pandangan tersebut merupakan sikap pribadi dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh guru maupun PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Pandeglang.
Di sisi lain, rencana keikutsertaan Forum PPPK Paruh Waktu Kabupaten Pandeglang dalam aksi nasional tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menyatukan aspirasi para PPPK Paruh Waktu dari berbagai daerah. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kepastian serta solusi terhadap berbagai persoalan yang hingga kini masih menjadi perhatian.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Forum PPPK Paruh Waktu Kabupaten Pandeglang maupun pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan terkait rencana keikutsertaan dalam aksi tersebut.
Media masih membuka ruang bagi pihak Forum PPPK Paruh Waktu Kabupaten Pandeglang maupun Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, maupun hak jawab atas pemberitaan ini.
(Tim/Red)



































